Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Produsen Memori CXMT Punya Peluang di Tengah Krisis RAM, Ini Tantangannya
Memori DDR5 CXMT setara merek besar, performa solid tapi harga tidak cukup kompetitif untuk kini.

Kapsultekno.com- Produsen memori ChangXin Memory Technologies (CXMT) asal China semakin tersohor karena Apple disebut-sebut mempertimbangkan untuk memakai memori buatan mereka di tengah krisis RAM yang mengakibatkan tingginya harga hardware tersebut.

Seperti diketahui, pasar dynamic random-access memory (DRAM) terus menjadi sorotan seiring kelangkaan pasokan dan harga yang tetap tinggi di pasar global. Nama CXMT jadi pusat perhatian karena pertimbangan raksasa ponsel asal Cupertino yang melirik komponen mereka.

Baru-baru ini, uji coba terhadap memori DDR5 yang menggunakan chip dari CXMT menunjukkan bahwa produk ini mampu bersaing dari sisi performa dengan merek terkenal seperti G.Skill. Akan tetapi, harga jualnya tampaknya belum memberikan daya pikat terhadap konsumen untuk beralih ke opsi ini, dikutip dari Club386.

blank

Baca Juga: 3 Rekomendasi Laptop Bisnis Terbaik dengan Teknologi AI di 2026

Performa Setara dengan Pabrikan Besar

Hardware Unboxed melakukan pengujian terhadap sebuah kit memori DDR5-6000 CL36 32 GB dari KingBank yang menggunakan chip CXMT. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam skenario permainan seperti Rainbow Six Siege, Marvel Rivals, Horizon Zero Dawn, dan Cyberpunk 2077, memori berbasis CXMT mampu menghadirkan kinerja yang sebanding dengan kit DDR5-6000 dari G.Skill.

Baca Juga: Apple Pertimbangkan Kerja Sama dengan Produsen RAM China CXMT dan YMTC

Sekadar informasi, G.Skill merupakan merek RAM yang cukup dikenal di pasar enthusiast, gaming, dan overclocking. G.Skill menggunakan chip dari pabrikan besar seperti SK Hynix, Micron, atau Samsung.

Bahkan, bila dibandingkan dengan kit DDR5-5200 dari Kingston, solusi CXMT yang diuji bisa mencapai hingga 17 % lebih cepat, menurut Club386.

Pengujian ini juga menegaskan bahwa kompatibilitas modul CXMT terhadap platform AMD modern cukup baik, dan suhu operasional modul berjalan stabil di sekitar 60 derajat celcius saat beban kerja berat.

Tantangan Harga dan Penerimaan Pasar

Meskipun performanya menjanjikan, aspek harga masih menjadi tantangan utama. Menurut data uji, kit memori KingBank (merek RAM asal China) yang menggunakan chip CXMT dijual sekitar 599 AUD (Rp7 jutaan) di Australia, hanya sekitar 50 AUD lebih murah dibandingkan kit yang setara dari merek besar (649 AUD atau sekitar Rp7,7 jutaan).

Selisih yang "nanggung" tersebut dianggap belum cukup untuk mendorong konsumen mengalihkan preferensi mereka ke memori China tersebut.

Baca Juga: Harga Smartphone Berpotensi Naik di 2026 Akibat Krisis Chip Memori

CXMT saat ini diperkirakan hanya memiliki sekitar 5% pangsa produksi global DRAM, sehingga perlu terus membangun citra merek dan meningkatkan volume produksi agar lebih kompetitif di pasar global.

Meskipun ada potensi dari pemain baru di industri memori, kenyataan di pasar saat ini menunjukkan bahwa keuntungan harga yang signifikan belum terwujud, sehingga konsumen mungkin akan tetap memilih merek yang sudah dikenal luas hingga perubahan lebih besar terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top