Kapsultekno.com – Pameran teknologi IFA Berlin 2026 resmi berlangsung di Berlin, Jerman, dengan membawa beragam perangkat baru dari Samsung, LG, Dyson, Miele, Lenovo, Acer, hingga sejumlah perusahaan teknologi lainnya.
Salah satu tren paling menonjol tahun ini adalah semakin luasnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam perangkat yang digunakan sehari-hari. IFA 2026 berlangsung pada 4-8 September 2026 di Messe Berlin dengan estimasi lebih dari 1.900 perusahaan dan merek ikut ambil bagian dalam ajang teknologi tersebut.
Sebelum pameran resmi dibuka untuk pengunjung umum, sejumlah perusahaan telah menggelar konferensi dan presentasi produk sejak awal pekan.
Samsung Dorong Konsep AI yang Lebih Praktis
Samsung menjadi salah satu perusahaan besar yang membawa konsep AI ke berbagai kategori produk. Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Samsung tidak menempati area utama Messe Berlin. Perusahaan menghadirkan Samsung CONNECT di Humboldt Carré, Berlin, untuk memperkenalkan konsep “Companion to AI Living”.
Samsung juga memamerkan sejumlah produk, termasuk Galaxy S26 FE, Galaxy Book6, televisi dengan fitur AI, monitor gaming, serta sejumlah perangkat rumah tangga pintar. Samsung juga memperkenalkan Galaxy Book6 14 inci yang diklaim mampu menyediakan pemutaran video hingga 25 jam dan dilengkapi fitur Galaxy AI.
Samsung turut menampilkan generasi terbaru Bespoke AI Washer yang dirancang untuk membantu pengguna menghemat energi dan mengelola biaya penggunaan perangkat rumah tangga.
“AI harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mereka," kata Benjamin Braun, Chief Marketing Officer Samsung Europe, dalam keterangan resmi Samsung Newsroom Inggris terkait IFA 2026.
Samsung juga menekankan bahwa penerapan AI tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan fitur yang terlihat canggih, tetapi harus memberikan manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari.
LG Hadirkan ThinQ Claw untuk Rumah Berbasis AI
LG Electronics membawa konsep yang lebih jauh melalui ekosistem AI Home. Salah satu teknologi yang paling menarik perhatian adalah ThinQ Claw, agen AI berbasis percakapan yang terintegrasi dengan ekosistem rumah pintar LG.
ThinQ Claw dapat memahami maksud dan konteks pengguna melalui interaksi berbasis teks, kemudian membantu mengoordinasikan perangkat dan layanan yang terhubung. Dengan pendekatan tersebut, LG ingin membuat rumah tidak sekadar menjalankan perintah, tetapi mampu memberikan rekomendasi berdasarkan kebiasaan dan kondisi penghuninya.
LG juga mendemonstrasikan sistem manajemen energi rumah yang menghubungkan smart meter dengan panel surya, baterai rumah, charger kendaraan listrik, dan peralatan rumah tangga.
Baek Seung-tae, President of LG Home Appliance Solution Company, mengatakan, “ThinQ Claw menandai langkah selanjutnya bagi LG AI Home, yang menunjukkan bagaimana AI dapat memahami niat pelanggan serta konteks kehidupan mereka untuk mendukung pengalaman sehari-hari yang lebih personal dan efisien". Pernyataan tersebut disampaikan LG melalui keterangan resmi perusahaan menjelang IFA 2026.
Dyson Bawa Sejumlah Produk Baru
Perusahaan teknologi asal Inggris, Dyson juga menjadi salah satu perusahaan yang mencuri perhatian melalui peluncuran 10 produk baru di IFA 2026. Portofolionya mencakup robot yang membantu tugas rumah tangga seperti kemampuan menyedot debu, pemurni udara, perangkat pembersih lantai, produk perawatan rambut, hingga perangkat perawatan gigi.
Salah satu produk paling unik adalah Dyson CameraJet, sikat gigi dengan kamera yang dirancang untuk membantu pengguna melihat area di antara gigi dan mengarahkan pembersihan secara lebih presisi.
Dyson juga memperkenalkan seri robot vacuum Nurovi, pemurni udara HushJet, Dyson PencilWash, serta Airsmooth yang menjadi dryer brush pertama perusahaan. Kehadiran berbagai perangkat tersebut memperlihatkan bagaimana Dyson mulai memperluas penggunaan sensor, kamera, AI, dan konektivitas pada kategori produk yang sebelumnya lebih mengandalkan teknologi mekanis.
Miele Bikin Mesin Cuci Piring Lebih Mandiri
Perusahaan teknologi asal Jerman yang berfokus pada peralatan rumah tangga premium, Miele menghadirkan G8 Diamond, mesin pencuci piring premium yang menggunakan kamera dan AI untuk mengenali isi di dalam mesin. Teknologi tersebut memungkinkan perangkat menyesuaikan proses pencucian berdasarkan jenis dan jumlah peralatan yang dimasukkan.
Sistem ini dapat mengenali benda seperti panci atau botol dan menyesuaikan opsi pencucian. Miele juga menggabungkan kamera dengan sistem penyaluran deterjen otomatis, pengeringan udara panas, serta aplikasi Miele untuk mengurangi keputusan manual yang harus dilakukan pengguna.
Dr. Reinhard Zinkann, Executive Director and Co-Proprietor Miele, mengatakan, “Pelanggan kami tidak perlu menjadi ahli dalam hal program atau fungsi. Keahlian tersebut haruslah tertanam pada perangkat itu sendiri”. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi Miele mengenai IFA 2026.
AI Jadi Tema Besar IFA 2026
Deretan produk tersebut menunjukkan satu pola yang semakin jelas, yakni AI tidak lagi hanya ditempatkan pada smartphone atau komputer. Teknologi tersebut mulai masuk ke televisi, mesin cuci, mesin pencuci piring, pendingin udara, robot rumah tangga, perangkat kesehatan, hingga produk perawatan pribadi.
Tidak hanya perangkat pintar untuk rumah tangga, IFA 2026 juga menunjukkan hadirnya beragam perangkat unik, mulai dari kacamata olahraga berbasis AI BleeqUp Rover, tempat makan hewan otomatis Neakasa Rico, hingga AC Midea yang menggunakan sensor untuk mengarahkan aliran udara kepada pengguna.
Dengan pameran yang masih berlangsung hingga 8 September, IFA Berlin 2026 kemungkinan masih akan menghadirkan lebih banyak produk baru.
