TERBARU
Memuat berita terbaru...
Acer DualPlay Mini, Handheld Gaming Bisa Berubah Menjadi Laptop Mini
Acer DualPlay Mini menggabungkan handheld gaming dan laptop mini dalam satu perangkat portabel dengan desain flip-and-swivel.

Kapsultekno.com - Acer memperkenalkan Project DualPlay Mini, perangkat gaming portabel yang mencoba menggabungkan pengalaman bermain menggunakan handheld dengan fungsi laptop mini dalam satu perangkat.

Konsep ini diperkenalkan Acer di Berlin pada September 2026. Berbeda dari handheld gaming pada umumnya yang mengandalkan kontroler bawaan dan layar sentuh, DualPlay Mini memiliki desain flip-and-swivel yang memungkinkan layarnya diputar untuk membuka keyboard fisik.

Dengan konsep tersebut, perangkat dapat digunakan untuk bermain game sekaligus menjalankan aktivitas produktivitas seperti membalas email, mengedit dokumen, dan berkomunikasi.

Acer sendiri menempatkan DualPlay Mini sebagai handheld gaming 2-in-1, bukan sekadar konsol portabel. Perusahaan menyebut desain tersebut memungkinkan pengguna berpindah dari mode gaming handheld ke mode produktivitas bergaya laptop tanpa harus membawa perangkat kedua.

Layar 8 Inci Bisa Berubah Menjadi Laptop Mini

Dalam posisi handheld, DualPlay Mini memiliki kontroler seperti perangkat gaming portabel pada umumnya. Layar berukuran sekitar 8 inci berada di bagian atas, sementara kontrol analog dan tombol gaming berada di bagian bawah.

Menariknya, layar dapat dibuka dan diputar untuk memperlihatkan keyboard fisik dengan lampu latar. Perubahan konfigurasi tersebut membuat perangkat menyerupai laptop berukuran mini.

Konsep ini menyasar pengguna yang ingin bermain game sekaligus melakukan pekerjaan ringan ketika bepergian. Keyboard dapat digunakan untuk mengetik email, mengedit dokumen, melakukan komunikasi, maupun menjalankan aktivitas produktivitas lainnya.

Acer juga menyebut DualPlay Mini dapat dipasangkan dengan mouse Bluetooth. Dengan kombinasi tersebut, perangkat berpotensi digunakan untuk game yang membutuhkan kontrol keyboard dan mouse, termasuk genre seperti FPS.

Kemampuan tersebut menjadi salah satu pembeda utama DualPlay Mini dibandingkan handheld gaming seperti Steam Deck dan perangkat sejenis. Alih-alih hanya mengoptimalkan pengalaman bermain game, Acer mencoba membuat satu perangkat yang juga bisa berfungsi sebagai komputer portabel.

Meski desainnya sudah diperlihatkan, Acer masih merahasiakan sebagian besar spesifikasi teknis DualPlay Mini. Acer hanya mengungkap bahwa perangkat konsep ini menggunakan prosesor Intel serta sistem pendingin dengan dua kipas. Salah satunya menggunakan kipas logam Predator AeroBlade, sedangkan kipas lainnya menggunakan material plastik.

Menurut Acer, kipas logam tersebut dapat meningkatkan aliran udara hingga 10 persen dibandingkan kipas plastik standar dalam kondisi pengujian yang sama. Namun, Acer belum mengungkap model prosesor Intel yang digunakan, kapasitas RAM, penyimpanan, resolusi layar, kapasitas baterai, bobot, maupun performa gaming dari perangkat ini.

Sistem operasi yang digunakan juga belum dikonfirmasi. Oleh karena itu, belum dapat dipastikan apakah versi final nantinya akan menggunakan Windows atau platform lainnya.

Acer DualPlay Mini Belum Dijual untuk Konsumen

Hal yang perlu diperhatikan adalah Project DualPlay Mini masih berstatus konsep. Acer belum mengumumkan harga maupun tanggal peluncuran komersialnya. Artinya, desain yang dipamerkan belum tentu menjadi produk yang nantinya tersedia di pasar.

Acer sebelumnya juga pernah memperkenalkan konsep Project DualPlay pada 2024. Namun, konsep tersebut memiliki pendekatan berbeda. Project DualPlay merupakan laptop gaming dengan kontroler nirkabel yang dapat dilepas dari area touchpad dan digunakan untuk bermain secara terpisah.

Sementara DualPlay Mini justru membalik pendekatan tersebut. Perangkat utamanya berbentuk handheld, kemudian dapat diubah menjadi perangkat menyerupai laptop ketika pengguna membutuhkan keyboard fisik.

Secara konsep, DualPlay Mini menarik bagi pengguna yang tidak ingin membawa laptop dan handheld gaming secara bersamaan.

Namun, ukuran 8 inci juga menjadi tantangan. Keyboard berukuran kecil berpotensi kurang nyaman digunakan untuk mengetik dalam waktu lama. Layar yang mungil juga dapat menyulitkan pekerjaan seperti mengolah spreadsheet, membuat presentasi, atau membuka banyak jendela sekaligus.

Menghubungkan perangkat ke monitor eksternal dapat mengatasi sebagian masalah tersebut. Akan tetapi, dalam kondisi itu DualPlay Mini lebih menyerupai komputer portabel yang membutuhkan perangkat tambahan daripada laptop mandiri.

Untuk saat ini, Acer DualPlay Mini lebih tepat dilihat sebagai eksperimen desain mengenai masa depan handheld gaming, bukan pengganti laptop yang sudah siap dipasarkan.

Jika Acer mampu menggabungkan performa gaming, daya tahan baterai, keyboard yang nyaman, konektivitas lengkap, serta harga kompetitif, konsep ini berpotensi menawarkan kategori baru di antara handheld gaming dan laptop mini.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *