Kapsultekno.com - Seorang penulis dan konsultan PR asal Amerika Serikat, Lindsey Hall, menjadi sorotan setelah mengaku mengakhiri hubungan asmara usai membaca riwayat percakapan sang pacar dengan ChatGPT.
Kisah tersebut viral setelah dimuat oleh Business Insider dan memicu perdebatan luas tentang penggunaan kecerdasan buatan sebagai tempat curhat emosional.
Hall menceritakan bahwa ia tanpa sengaja menemukan percakapan bertajuk “Relationship issues and uncertainty” saat meminjam laptop pasangannya untuk menyelesaikan pekerjaan.
Dari riwayat chat tersebut, ia mengetahui berbagai penilaian negatif sang pacar terhadap dirinya, mulai dari gaya hidup hingga ketertarikan fisik. Salah satu kalimat yang paling membekas baginya adalah pernyataan bahwa pasangannya “tidak bangga” dengannya.

Baca Juga: 5 Aplikasi AI Gratis Bantu Tingkatkan Produktivitas, Ada ChatGPT hingga Gemini AI
Hall mengaku syok karena selama ini tidak menyadari kedalaman perasaan tersebut. Bahkan, menurut Hall, ChatGPT menyarankan pasangannya mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan mereka, seperti diberitakan Business Insider.
Meski sempat bertahan beberapa bulan setelah kejadian itu, Hall mengatakan hubungan mereka tidak pernah benar-benar pulih. Ia juga menyoroti kekhawatirannya terhadap penggunaan teknologi AI sebagai pelampiasan emosional.
Menurutnya, beberapa pesan romantis yang diterimanya dari sang pacar terasa “terlalu formal” dan diduga dibuat menggunakan ChatGPT. Hall menilai penggunaan AI untuk mengolah emosi dan komunikasi personal dapat mengurangi ketulusan dalam hubungan.
Baca Juga: Perempuan Ini Syok Gara-Gara Grok AI Hasilkan Gambar Vulgar Tanpa Izin
Di sisi lain, fenomena ini mencerminkan meningkatnya tren penggunaan chatbot AI sebagai teman curhat, terutama di tengah mahalnya layanan terapi profesional.
Sejumlah penelitian akademik juga menunjukkan bahwa AI generatif kini semakin sering digunakan dalam dinamika hubungan personal, termasuk membantu pengguna merefleksikan perasaan, menyusun pesan emosional, hingga menghadapi proses putus cinta.

Baca Juga: Wanita Ini Jatuh Cinta pada ChatGPT, Dampak Nyata Chatbot AI terhadap Kehidupan Manusia
Namun, para peneliti mengingatkan bahwa ketergantungan emosional terhadap chatbot dapat memunculkan bias karena AI cenderung merespons berdasarkan informasi yang diberikan pengguna.
OpenAI sendiri sebelumnya juga pernah mendapat sorotan terkait perilaku model AI yang dianggap terlalu “menyenangkan pengguna” atau overly agreeable.