TERBARU
Memuat berita terbaru...
Fynd Bawa GlamAR ke Indonesia, Teknologi AI Kini Dipakai untuk Virtual Try-On
Fynd menghadirkan GlamAR di Indonesia untuk membantu konsumen mencoba dan memvisualisasikan produk secara virtual berbasis AI.

Kapsultekno.com - Fynd memperkenalkan GlamAR, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan konsumen mencoba dan melihat produk secara virtual sebelum membeli. Teknologi ini resmi tersedia secara komersial di Indonesia mulai 4 September 2026 dan menyasar berbagai kategori, mulai dari kecantikan, perawatan kulit, fashion, kacamata, perhiasan, aksesori, jam tangan hingga furnitur.

GlamAR menggabungkan teknologi AI, augmented reality (AR), dan visualisasi 3D untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih interaktif. Fynd menyebut platform tersebut dapat diterapkan melalui situs web merek, aplikasi seluler, maupun perangkat layar interaktif yang digunakan di toko fisik.

Kehadiran GlamAR di Indonesia berlangsung ketika kebiasaan konsumen dalam menemukan dan membeli produk semakin dipengaruhi oleh konten visual.

Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company, volume transaksi video commerce di Indonesia mencapai 2,6 miliar transaksi pada 2025, tumbuh sekitar 90 persen secara tahunan. Jumlah penjual yang menggunakan video juga meningkat 75 persen menjadi sekitar 800.000 penjual.

Kategori fashion dan aksesori menyumbang sekitar 28 persen GMV video commerce, sedangkan beauty dan personal care mencapai sekitar 20 persen. Artinya, hampir separuh aktivitas video commerce berasal dari kategori yang sangat bergantung pada tampilan visual produk.

Sementara itu, GMV e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai USD71 miliar pada 2025, meningkat sekitar 14 persen dibandingkan 2024.

Konsumen Bisa Mencoba Produk Secara Virtual

GlamAR dirancang untuk menjawab salah satu persoalan belanja online, yakni konsumen tidak dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah produk akan terlihat ketika digunakan.

Pada produk kosmetik, misalnya, pengguna dapat mencoba lipstik, blush, dan eyeshadow secara virtual dalam waktu nyata. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna melihat tampilan warna pada wajah sebelum menentukan produk yang ingin dibeli.

Untuk kategori kacamata, GlamAR menggunakan pemetaan wajah secara real time sehingga pengguna dapat melihat bagaimana sebuah frame terlihat pada wajah mereka. Sistemnya juga menawarkan pengukuran jarak pupil dengan tingkat akurasi hingga sekitar ±1 milimeter.

Sementara untuk perhiasan dan aksesori, teknologi visualisasi 3D memungkinkan calon pembeli melihat produk dari berbagai sudut. Pendekatan ini diharapkan membantu konsumen memahami bentuk dan tampilan produk sebelum melakukan transaksi.

GlamAR juga memiliki fitur analisis kulit berbasis AI. Fynd mengatakan teknologinya dapat mendeteksi lebih dari 14 kondisi kulit dalam waktu sekitar 20 detik dengan menganalisis lebih dari 15 metrik dan 150 biomarker wajah untuk menghasilkan rekomendasi yang dipersonalisasi.

Bisa Dipakai di Smartphone hingga Toko Fisik

Pengalaman GlamAR tidak hanya ditujukan untuk belanja melalui smartphone. Platform ini dapat digunakan melalui smartphone, tablet, desktop, smart mirror, hingga Magic Mirror yang ditempatkan di toko fisik.

Ronak Modi, Chief Business Officer Global, Fynd, mengatakan Indonesia menjadi pasar yang menarik karena memiliki konsumen digital yang aktif serta pertumbuhan kuat di sektor kecantikan, social commerce, dan video commerce.

“Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi perkembangan ritel, dengan konsumen digital yang muda dan aktif, pertumbuhan pesat di sektor kecantikan, serta semakin kuatnya tren social commerce dan video commerce. Di saat yang sama, konsumen juga semakin mencari pengalaman belanja yang lebih interaktif,” kata Ronak Modi melalui keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa GlamAR ditujukan untuk membantu merek menghadirkan pengalaman belanja yang memungkinkan konsumen melihat, mencoba, dan memahami produk sebelum membeli.

Integrasi dengan Platform E-Commerce

Dari sisi bisnis, GlamAR dikembangkan agar dapat melengkapi sistem ritel yang sudah digunakan perusahaan. SDK GlamAR dapat diintegrasikan dengan platform seperti Shopify, WooCommerce, dan Magento, maupun sistem commerce yang dikembangkan secara khusus untuk web dan aplikasi seluler.

Fynd menyebut pengalaman bermerek dalam tingkat basic dapat diaktifkan sekitar 30 menit, sedangkan implementasi yang lebih kompleks dapat membutuhkan waktu beberapa minggu, bergantung pada jumlah katalog dan tingkat integrasi yang dibutuhkan.

Platform ini juga menggunakan pendekatan white-label, sehingga peritel dapat menyesuaikan tampilan dan pengalaman GlamAR dengan identitas merek mereka. Fynd menyatakan praktik keamanan platform mengikuti standar dan persyaratan terkait, termasuk SOC 2, ISO, dan GDPR.

Dengan ketersediaan komersial tersebut, Fynd kini membuka peluang kerja sama dengan peritel besar maupun merek yang sedang berkembang di Indonesia untuk menghadirkan pengalaman belanja berbasis AI, baik melalui kanal digital maupun toko fisik.

Fynd sendiri merupakan perusahaan teknologi ritel berbasis AI asal Mumbai, India. Perusahaan menyebut platformnya telah melayani lebih dari 20.000 toko dan 300 retailer korporat, serta didukung oleh Reliance Retail Ventures Limited dalam ekspansi ke GCC, Afrika, dan Asia Tenggara.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *