Kapsultekno.com – Ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia kedatangan platform baru. PT Kencana Satu Nuswapada (Prominence) resmi melakukan soft launching Pemuda.ai, sebuah platform yang dirancang untuk membantu developer, perusahaan, dan pemerintahan mengelola kebutuhan token AI.
Peluncuran awal tersebut dilakukan pada 18 Agustus 2026 dan menjadi bagian dari langkah Prominence dalam membangun ekosistem teknologi AI di Indonesia. Momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Onno Center, pusat pengembangan dan literasi teknologi yang dimotori oleh pakar teknologi nasional Onno W. Purbo.
Selain kerja sama dengan Onno Center, inisiatif Pemuda.ai turut memperoleh dukungan dari tokoh telekomunikasi nasional Rudolf Nainggolan.
Pemuda.ai hadir di bawah ekosistem Prominence dengan menawarkan model layanan Token-as-a-Service (TaaS). Secara sederhana, token merupakan satuan yang digunakan berbagai model AI untuk memproses teks maupun input lainnya.
Dalam penggunaan AI berskala besar, pengelolaan token menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan dengan kuota pemakaian, biaya, serta administrasi layanan.
Melalui konsep TaaS, Pemuda.ai menyatakan ingin memberikan fleksibilitas kepada developer, korporasi atau enterprise, sektor publik, dan pemerintahan dalam mengatur kuota token AI.
Platform ini juga dirancang untuk membantu pengguna mengoptimalkan efisiensi biaya sekaligus mempermudah proses transaksi dan administrasi token AI secara transparan di Indonesia.
Pemuda.ai Jawab Kebutuhan Developer dan Enterprise
Director & Founder Prominence Edi Sugianto mengatakan, pengembangan Pemuda.ai merupakan bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan korporasi dengan gerakan kemandirian teknologi.
"Sebagai digital hub, kami berkomitmen mempertemukan kapabilitas korporat dengan gerakan kemandirian teknologi. Melalui soft launching Pemuda.ai dan layanan Token-as-a-Service, kami hadir untuk dapat menjawab kebutuhan developer serta enterprise dalam pengelolaan ekosistem AI secara efisien di Indonesia. Sinergi melalui penandatanganan MoU bersama Onno Center akan menjadi motor penggerak dalam merancang use case dan inovasi AI aplikatif ke depannya," jelas Edi Sugianto.
Menurut Prominence, kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan layanan teknologi. Kolaborasi dengan Onno Center juga akan mencakup riset, edukasi, dan implementasi solusi AI yang dapat diterapkan pada kebutuhan masyarakat maupun industri di Indonesia.
Kerja sama dengan Onno Center menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan Pemuda.ai. "Inisiatif ini sejalan dengan misi kami di Onno Center untuk terus mendorong kemandirian teknologi terbuka. Pemuda.ai memberikan akses dan tata kelola token yang sangat dibutuhkan oleh komunitas dan industri di Indonesia," tutur Founder Onno Center, Onno W. Purbo.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa Pemuda.ai tidak hanya diarahkan sebagai layanan komersial, tetapi juga ingin terlibat dalam pengembangan pengetahuan, riset, dan pemanfaatan teknologi AI secara lebih luas.
Pengembangan Pemuda.ai juga ditempatkan dalam konteks upaya Indonesia memperkuat kemandirian teknologi AI nasional.
Pengembangan ekosistem AI nasional tidak hanya membutuhkan model AI lokal, tetapi juga infrastruktur komputasi dan talenta digital. Aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan ekosistem yang mendukung konsep sovereign AI atau kemandirian AI.
Konsep tersebut semakin relevan seiring meningkatnya pemanfaatan AI oleh perusahaan, pemerintah, developer, dan masyarakat. Pengelolaan data, infrastruktur, kemampuan sumber daya manusia, serta kontrol terhadap penggunaan teknologi menjadi sejumlah faktor penting dalam membangun ekosistem AI nasional.
Tokoh telekomunikasi nasional Rudolf Nainggolan juga memberikan dukungannya terhadap pengembangan platform tersebut.
"Dunia telekomunikasi dan enterprise di Indonesia harus bergerak cepat menyongsong era kecerdasan buatan. Platform seperti Pemuda.ai yang didukung ekosistem Prominence akan menjadi fondasi yang sangat kuat bagi kemandirian dan penguatan digital nasional," ujar Rudolf.
Pernyataan tersebut menempatkan Pemuda.ai sebagai salah satu inisiatif yang diharapkan dapat mendukung percepatan adopsi AI di sektor enterprise dan telekomunikasi Indonesia.
Grand Launching Pemuda.ai Dijadwalkan 28 Oktober 2026
Soft launching pada Agustus 2026 bukan menjadi tahap akhir pengembangan Pemuda.ai. Prominence menyatakan grand launching berskala nasional dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Momentum tersebut diharapkan menjadi tahap lanjutan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mendorong pemanfaatan AI yang lebih aplikatif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan Indonesia.
Bagi developer, masyarakat, maupun pelaku industri yang ingin mengetahui dan mencoba layanan Pemuda.ai, perusahaan telah membuka program pre-registration melalui https://pemuda.ai/early.
