Kapsultekno.com- YouTube mengumumkan rencana besar pada 2026 bagi para kreator konten. Mereka nantinya akan bisa membuat video Shorts menggunakan versi AI dari “likeness” diri mereka sendiri, yaitu representasi digital dari wajah dan suara langsung di platform.
Fitur ini disampaikan oleh CEO YouTube, Neal Mohan, dalam surat tahunan perusahaan, menandai langkah lebih lanjut integrasi kecerdasan buatan dalam pembuatan konten video pendek.
Fitur ini memungkinkan kreator menghasilkan Shorts dengan versi AI dari diri mereka sendiri, yang dapat tampil berinteraksi atau berbicara di dalam video walaupun mereka tidak merekam secara langsung pada saat itu.
Menurut Neal Mohan, seperti dikutip dari Techcrunch, “Tahun ini Anda dapat membuat film pendek menggunakan kemiripan wajah Anda sendiri, membuat game dengan perintah teks sederhana, dan bereksperimen dengan musik. Sepanjang evolusi ini, AI akan tetap menjadi alat untuk berekspresi, bukan pengganti".

Baca Juga: Apple Siapkan Siri Jadi Chatbot AI, Saingi ChatGPT dan Google Gemini
Meski begitu, YouTube belum merilis detail teknis lengkap atau jadwal peluncuran resmi fitur ini. Yang pasti, fitur AI likeness akan bergabung dalam rangkaian alat AI lain yang telah dan akan hadir di Shorts, seperti pembuatan klip AI, stiker AI, auto-dubbing, dan alat kreativitas lain berdasarkan AI.
YouTube juga akan menghadirkan kontrol tambahan bagi kreator untuk mengatur penggunaan likeness mereka agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Sejak Oktober tahun lalu, platform ini telah menjalankan teknologi deteksi likeness untuk membantu kreator menemukan dan menghapus konten AI yang menggunakan wajah atau suara mereka tanpa izin.
Ekspansi Fitur AI di YouTube Shorts
Selain AI likeness, YouTube berencana memperluas pengalaman Shorts dengan format konten lain, termasuk posting gambar langsung ke feed Shorts, mirip fitur di aplikasi lain seperti TikTok atau Instagram Reels.
Baca Juga: Fenomena AI Slop Kian Meresahkan, YouTube Perkuat Sistem Deteksi Spam
Fitur tersebut bersama alat AI kreatif lain menandai strategi YouTube untuk memperkuat posisi Shorts sebagai platform video pendek populer.
Namun, platform ini juga menyadari tantangan dari meluasnya konten AI berkualitas rendah, yang sering disebut sebagai AI slop. YouTube mengatakan tengah meningkatkan sistem untuk mengurangi penyebaran konten berkualitas rendah, spam, dan clickbait guna menjaga pengalaman penonton tetap menarik dan autentik.