Kapsultekno.com - Apple dilaporkan menghentikan pengembangan headset Vision Pro setelah penjualan lemah dan minimnya minat pasar terhadap perangkat mixed reality premium tersebut.
Perangkat Apple Vision Pro kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa Apple telah menghentikan pengerjaan lanjutan headset tersebut. Informasi ini menguatkan indikasi bahwa produk yang digadang sebagai masa depan “spatial computing” justru kesulitan menarik pasar luas.
Menurut laporan yang dikutip dari sumber internal industri, Apple disebut telah “menghentikan pekerjaan” pada lini Vision Pro. Bahkan, sebagian tim pengembangnya dilaporkan dialihkan ke proyek lain di dalam perusahaan, termasuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan seperti Siri.

Langkah ini muncul setelah pembaruan perangkat dengan chip terbaru tidak mampu mendongkrak minat konsumen secara signifikan. Versi terbaru yang dirilis pada 2025 tetap mempertahankan harga tinggi sekitar 3.499 dolar AS, yang dianggap menjadi salah satu penghambat utama adopsi pasar.
Penjualan Lemah dan Harga Tinggi Jadi Faktor Utama
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2024, Vision Pro memang menuai perhatian besar karena teknologi canggihnya. Namun, respons pasar tidak sesuai ekspektasi. Harga yang sangat mahal membuat perangkat ini hanya menjangkau segmen terbatas, terutama early adopter dan profesional.
Baca Juga: Ponsel Lipat Pertama Apple Bernama “iPhone Ultra”? Ini Bocorannya
Sejumlah laporan menyebutkan penjualan headset ini jauh di bawah standar produk Apple lainnya. Bahkan, estimasi menunjukkan total penjualan hanya ratusan ribu unit, dengan tingkat pengembalian (return) yang relatif tinggi.
Selain harga, faktor lain seperti bobot perangkat, keterbatasan aplikasi, serta kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang juga menjadi kritik utama. Kombinasi ini membuat Vision Pro sulit menjadi produk mainstream di pasar global.
Apple Beralih Fokus ke Produk yang Lebih Ringan
Dengan performa penjualan yang kurang memuaskan bagi Apple, perusahaan dilaporkan mulai mengalihkan fokus pengembangan ke perangkat lain. Salah satu arah baru yang disebut-sebut adalah pengembangan kacamata pintar (smart glasses) yang lebih ringan dan terjangkau.
Baca Juga: 15 Tahun Jadi CEO, Tim Cook Sebut Produk Apple yang Paling Berkesan
Strategi ini dinilai lebih realistis untuk menjangkau pasar massal dibandingkan headset besar seperti Vision Pro. Produk tersebut kemungkinan akan mengandalkan integrasi AI, sensor, serta interaksi berbasis suara tanpa layar besar seperti headset.
Meski begitu, laporan ini masih bersifat rumor dan Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait penghentian proyek Vision Pro.
