Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
VIDA Hadirkan Solusi Autentikasi Wajah Berbasis AI Cegah Penipuan Digital
VIDA menegaskan perannya dalam memperkuat kepercayaan digital (digital trust) nasional melalui solusi inovatif autentikasi berbasis AI.

Sepanjang 2022–2024, kerugian sektor perbankan akibat penipuan digital mencapai lebih dari Rp2,5 triliun, sebagian besar karena lemahnya autentikasi konvensional seperti SMS OTP dan kata sandi. Fakta menunjukkan bahwa sistem keamanan lama tak lagi memadai menghadapi ancaman berbasis AI.

VIDA menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan FaceToken dan PhoneToken, solusi autentikasi berbasis biometrik yang menggabungkan machine learning dan enkripsi tingkat tinggi.

Teknologi ini memungkinkan verifikasi identitas tanpa kata sandi (passwordless) melalui deteksi wajah (liveness detection) dan perangkat pengguna terdaftar, sehingga transaksi digital berlangsung cepat, aman, dan tetap nyaman. Implementasinya di sektor keuangan terbukti menurunkan transaksi tidak sah hingga 90%.

blank

Baca Juga: Jangan Salah Beli, Ini Cara Bedakan Charger Asli atau Palsu

VIDA juga mengembangkan AI-native security framework yang menggabungkan kemampuan computer vision, fraud detection engine, dan analisis perangkat untuk mendeteksi pola serangan yang kompleks seperti injection attack dan virtual camera spoofing.

“Kami tidak hanya menganalisis foto. Kami harus memahami bagaimana serangan terjadi dari perangkat, aplikasi, hingga jaringan. Karena di lapangan, penipuan sering kali menggunakan reverse engineering tools dan virtual camera injection untuk menipu sistem biometrik,” ujar Niki.

Niki menambahkan bahwa FEKDI–IFSE bukan sekadar ajang inovasi, tetapi forum kolaborasi untuk melindungi masa depan ekonomi digital nasional. Di era ketika kepercayaan menjadi hal paling berharga, semua pihak punya tanggung jawab bersama untuk mempertahankannya.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top