TERBARU
Memuat berita terbaru...
Standar Qi2 Upgrade ke 50W, Pengisian Daya Nirkabel Smartphone Bakal Lebih Cepat
WPC menyiapkan standar Qi2 50W yang berpotensi menghadirkan wireless charging yang jauh lebih cepat mulai 2028.

Kapsultekno.com - Teknologi pengisian daya nirkabel (wireless charging) diperkirakan akan mengalami lompatan besar dalam beberapa tahun mendatang. Organisasi pengembang standar Qi, Wireless Power Consortium (WPC) dikabarkan tengah menyiapkan peningkatan standar Qi2 yang memungkinkan kecepatan pengisian daya hingga 50 watt (W).

Pengisian 50 watt merupakan peningkatan sebesar dua kali lebih cepat ketimbang standar Qi2 25W yang mulai diadopsi perangkat terbaru saat ini. Informasi ini terungkap dari laporan hasil pertemuan khusus (off-cycle meeting) WPC yang digelar di kantor pusat Xiaomi di Beijing, China.

Dalam pertemuan itu, Xiaomi disebut menjadi salah satu perusahaan yang memimpin pengembangan teknologi pengisian nirkabel 50W melalui pendekatan "small inductance, low voltage, high power", seperti dikutip 9to5google.

Menurut laporan, spesifikasi baru tersebut masih dalam tahap penyempurnaan, namun sebagian besar pengembangannya telah rampung dan berpotensi dirilis sekitar tahun 2028.

Ilustrasi pengisian daya nirkabel (Foto: Qi Wireless)

Qi2 sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2023 sebagai penerus standar Qi dengan membawa sistem penyelarasan magnetik (magnetic alignment) yang meningkatkan efisiensi pengisian daya sekaligus meminimalkan panas.

Versi Qi2 25W mulai hadir pada 2025 dan menjadi salah satu peningkatan terbesar dalam teknologi wireless charging, terutama untuk perangkat premium. Berbeda dengan generasi sebelumnya, sistem magnetik membuat posisi ponsel dan charger lebih presisi sehingga energi yang ditransfer menjadi lebih optimal.

Meski demikian, adopsi Qi2 di ekosistem Android masih tergolong lambat. Banyak produsen Android belum menghadirkan dukungan penuh terhadap Qi2 dengan magnet bawaan di dalam perangkat, sementara produsen aksesori justru telah lebih dahulu mengembangkan berbagai charger dan aksesori yang kompatibel dengan standar tersebut.

Kondisi tersebut membuat pengalaman penggunaan Qi2 di Android belum semerata perangkat lain yang telah mengadopsinya secara menyeluruh.

Jika standar Qi2 50W resmi diperkenalkan, Xiaomi diperkirakan menjadi salah satu produsen pertama yang mengimplementasikannya. Namun, peluang besar juga terbuka bagi perangkat Google Pixel dan iPhone, mengingat kedua lini smartphone tersebut selama beberapa tahun terakhir menjadi yang paling aktif mengadopsi perkembangan standar Qi terbaru.

Pengisian daya nirkabel 50W juga berpotensi memangkas waktu pengisian baterai secara signifikan sehingga semakin mendekati kecepatan fast charging menggunakan kabel.

Sekadar informasi, saat ini kecepatan tertinggi pengisian daya nirkabel mencapai 25W (standar Qi2.2) adopsinya masih terbatas pada model-model smartphone flagship kelas atas. Dukungan Qi2 masih didominasi oleh perangkat Apple, di mana seluruh seri iPhone 12, iPhone 13, iPhone 14, iPhone 15, hingga iPhone 16 telah mendukung standar Qi2 melalui teknologi MagSafe.

Di ekosistem Android, adopsi Qi2 masih berlangsung secara bertahap. Beberapa perangkat yang telah mendukung standar tersebut antara lain HMD Skyline yang hadir dengan dukungan Qi2 bawaan (native), serta Samsung Galaxy S25 Series yang berstatus Qi2 Ready. Artinya, seri Galaxy S25 memerlukan casing magnetik yang kompatibel agar dapat memanfaatkan fitur magnetik Qi2 secara optimal.

Meski demikian, banyak smartphone Android premium dari merek seperti Xiaomi, OPPO, vivo, HONOR, dan OnePlus sebenarnya sudah menawarkan pengisian daya nirkabel hingga 50W bahkan 100W. Namun, teknologi tersebut menggunakan standar proprietary atau teknologi milik masing-masing produsen, bukan Qi2.

Oleh karena itu, kecepatan maksimal hanya dapat dicapai menggunakan charger resmi dari merek yang sama, berbeda dengan Qi2 yang dirancang sebagai standar universal agar pengisi daya dan aksesori dapat digunakan secara lintas merek dengan kompatibilitas yang lebih baik.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *