TERBARU
Memuat berita terbaru...
Samsung Pangkas Produksi Ponsel Galaxy hingga 30% Imbas Harga RAM Melonjak
Samsung dikabarkan mengurangi produksi Galaxy hingga 30% pada kuartal IV 2026 karena harga RAM melonjak dan margin keuntungan tertekan.

Kapsultekno.com - Samsung dikabarkan memangkas produksi smartphone Galaxy hingga 30% pada kuartal IV 2026. Lonjakan harga RAM disebut menekan margin keuntungan bisnis ponsel perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Laporan ini pertama kali diberitakan media Korea Selatan, MoneyToday, pada 8 Oktober 2026 dan dikutip oleh 9to5Google. Samsung disebut meminta mitra pemasok mengurangi volume produksi antara 20% hingga 30% akibat meningkatnya biaya komponen memori.

Sebelumnya, Samsung diperkirakan mampu memproduksi sekitar 270 juta smartphone sepanjang 2026. Namun, setelah rencana pengurangan produksi, jumlah perangkat yang dihasilkan berpotensi turun ke kisaran 200 juta unit.

Berdasarkan laporan MoneyToday, International Data Corporation (IDC) memperkirakan produksi smartphone Samsung mencapai 59 juta unit pada kuartal III dan 52 juta unit pada kuartal IV 2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan produksi sekitar 12% secara kuartalan.

Pengurangan produksi pada akhir tahun sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi Samsung. Permintaan ponsel biasanya melambat menjelang peluncuran generasi Galaxy S berikutnya pada awal tahun. Meski demikian, kenaikan biaya komponen disebut memperbesar tekanan terhadap bisnis smartphone perusahaan.

Harga RAM Naik 175%, Biaya Produksi Ikut Membengkak

Salah satu faktor utama di balik keputusan tersebut adalah lonjakan harga memori DRAM yang digunakan pada smartphone. Permintaan chip memori meningkat seiring berkembangnya pusat data kecerdasan buatan (AI), sehingga pasokan komponen untuk berbagai industri ikut tertekan.

Mengutip data TrendForce yang diberitakan MoneyToday, harga kontrak LPDDR5X berkapasitas 12GB pada kuartal II 2026 mencapai US$145–146. Nilai tersebut meningkat sekitar 175% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Harga memori smartphone pada kuartal III 2026 juga diperkirakan naik sekitar 20% dibandingkan kuartal sebelumnya, dengan harga mencapai US$180 untuk kapasitas 12GB.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Samsung. Meskipun perusahaan merupakan salah satu produsen chip memori terbesar di dunia, divisi smartphone tetap menghadapi kenaikan biaya komponen yang dibelinya untuk merakit perangkat Galaxy.

Smartphone Galaxy Dikabarkan Sulit Menghasilkan Keuntungan

MoneyToday mengutip seorang sumber industri teknologi informasi yang menilai kenaikan harga memori dan semikonduktor telah menggerus keuntungan penjualan smartphone Samsung.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sebagian model smartphone Samsung Galaxy tidak lagi menghasilkan keuntungan ketika dijual akibat kenaikan harga memori dan semikonduktor.

Tekanan terhadap bisnis mobile Samsung turut terlihat dalam proyeksi keuangan. Reuters melaporkan bahwa divisi mobile perusahaan diperkirakan mengalami kerugian operasional lebih dari US$1 miliar pada kuartal III 2026. Angka ini merupakan estimasi analis, bukan hasil keuangan final divisi tersebut.

Sebaliknya, Samsung Electronics secara keseluruhan memperkirakan laba operasional kuartal III mencapai 107,4 triliun won, didorong kuatnya permintaan chip untuk AI. Hasil terperinci per divisi dijadwalkan diumumkan pada 29 Oktober 2026.

Jika harga memori terus meningkat, Samsung berpotensi menghadapi pilihan sulit, yakni menaikkan harga jual smartphone atau menerima margin keuntungan yang lebih kecil. Perusahaan juga dapat menyesuaikan jumlah produksi dan memprioritaskan perangkat yang dinilai lebih menguntungkan.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *