Kapsultekno.com - Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) resmi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta pada 5-6 Agustus 2026. Event ini mendorong masa depan infrastruktur digital, ekonomi digital, dan transformasi lintas sektor.
DTI-CX berfungsi sebagai titik pertemuan penting antara arah kebijakan dan implementasi dunia nyata, menjembatani prioritas nasional dengan pelaksanaan industri. Selain DTI-CX, terdapat juga gelaran DCTI-CX (Data Center Tech Indonesia), DTI-HR (Human Resource Transformation), dan CRD-CX (Cyber Resilience & Defense).
Dalam event DTI-CX, Rokid salah satu brand kacamata pintar berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) turut hadir dalam ekshibisi. Pengunjung bisa mencoba secara langsung perangkat kacamata pintar Rokid dan bertanya langsung seputar fitur dan keunggulan wearable device ini, yang terdiri dari seri AI Glasses dan AI Glasses Neo.

Rokid yang dijual resmi di Indonesia melalui distributor PT Denka Pratama telah diperkenalkan sejak April 2026. Perangkat ini dilengkapi fitur canggih antara lain kamera untuk mengabadikan foto dan video, membantu navigasi hingga fitur teleprompter untuk varian tertinggi.
Bagus Widiyanto, Chief Marketing Officer PT Denka Pratama Indonesia mengungkap kacamata pintar Rokid bisa menganalis objek maupun ruangan, melihat berapa banyak peserta yang hadir di sebuah forum, memperkirakan jarak antara satu tempat ke tempat lain dan memperhatikan soal privasi pengguna.
"Soal privasi, (muncul) notifikasi (lampu indikator) dari orang yang saya jadikan objek foto. Ini sudah menjadi policy di internasional yang harus kita taati. Jika mereka melakukan jailbreak, kita akan gugurkan fungsi AI hingga garansi yang akan hangus," kata Bagus di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Seperti diketahui, isu soal privasi sempat ramai diperbincangkan belakangan ini terkait kacamata pintar yang dilengkapi fitur kamera. Kekhwatiran penyalahgunaan seperti merekam orang secara diam-diam, menjadi concern yang berkaitan dengan etika penggunaan.
Rokid menegaskan bahwa kacamata pintar mereka sudah didukung fitur indikator lampu yang menyala apabila kamera sedang aktif serta memperingatkan kepada siapa saja yang melakukan modifikasi, maka ada konsekuensi seperti yang disebutkan di atas.
Lebih lanjut Bagus mengatakan, kacamata Rokid yang dapat membaca lingkungan juga membantu pengguna, khususnya penyandang tunanetra. "Kamera bisa melihat benda, dan menjelaskan (objek tersebut). Ini membantu pengguna apa yang harus diwaspadai," tambahnya.
Ia pun mengungkapkan teknologi Rokid terbaru, AI Glass 3 yang mendukung kolaborasi industri, integrasi AI maintenance hingga remote expert visual guidance. Dengan demikian, kacamata Rokid dapat digunakan untuk membantu pekerjaan, termasuk kegiatan supervisi di lapangan.

Secara global, pasar AI smart glasses juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Meta, Google, Samsung, dan Xreal terus mengembangkan perangkat serupa dengan mengandalkan integrasi AI generatif sebagai nilai tambah utama.
Tren ini menunjukkan bahwa kacamata pintar mulai berkembang dari sekadar perangkat pelengkap menjadi asisten digital yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi PT Denka Pratama Indonesia, kehadiran Rokid di DTI-CX 2026 juga menjadi langkah untuk memperluas ekosistem perangkat AI bagi konsumen di Indonesia. Perusahaan menegaskan bahwa Rokid kini tersedia secara resmi melalui jalur distribusi nasional sehingga konsumen memperoleh dukungan layanan purna jual yang lebih terjamin.
Pengunjung Bisa Mencoba Langsung Kacamata Rokid
Selama penyelenggaraan DTI-CX 2026, pengunjung dapat mengunjungi booth Rokid by PT Denka Pratama Indonesia untuk mencoba langsung AI Smart Glasses sekaligus berdiskusi mengenai teknologi dan ekosistem Rokid di Indonesia.
Perusahaan juga menghadirkan berbagai penawaran menarik berupa giveaway, promo potongan harga hingga Rp800.000 selama persediaan masih tersedia, serta layanan Rokid Lens Consultation bersama DR SPECS.

Sekadar informasi, di Indonesia, Rokid saat ini menghadirkan beberapa seri kacamata pintar, yaitu Rokid AI Glasses yang dibanderol sekitar Rp11.999.000, Rokid AI Glasses Neo dengan harga sekitar Rp7.799.000.
Rokid AI Glasses, varian berlayar Micro-LED dual-panel mengandalkan chipset Snapdragon AR1 Gen 1, kamera 12 MP Sony IMX681, baterai 210 mAh tahan 8-10 jam, serta fitur AI assistant, AI translation 89 bahasa, dan tampilan notifikasi atau navigasi langsung di depan mata.
Sementara Rokid AI Glasses Neo Style, varian tanpa layar lebih mengutamakan ekosistem AI terbuka dengan dukungan ChatGPT, Qwen, dan Vision AI, kamera 12 MP dengan video hingga 3K 30fps, integrasi Google Maps, speaker open-ear, serta baterai 210 mAh yang diklaim tahan hingga 12 jam.