TERBARU
Memuat berita terbaru...
RAM Tersolder Jadi Tren, Upgrade Memori Laptop Bakal Makin Sulit
Tren RAM tersolder pada laptop membuat opsi upgrade memori kian terbatas.

Kapsultekno.com- Selain isu kelangkaan chip memori akibat produsen yang memfokuskan lini produksinya pada sektor AI, konsumen juga diprediksi akan semakin sulit upgrade RAM terutama laptop karena keputusan yang dibuat OEM (Original Equipment Manufacturer).

RAM tersolder atau yang dipasangkan langsung ke motherboard pada laptop dan perangkat lain diperkirakan akan semakin meluas. Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan konsumen karena membatasi kemampuan upgrade di masa depan.

Dikutip dari XDA Developers, peningkatan popularitas RAMtersolder yang tidak dapat dilepas atau diganti ini berakar dari praktik desain hardware modern. Banyak produsen perangkat seperti laptop tipis dan ultrabook memilih metode ini untuk meningkatkan efisiensi ruang dan desain ramping.

Akan tetapi, pendekatan tersebut memiliki konsekuensi, di mana pengguna tidak bisa menambah kapasitas RAM jika kebutuhan mereka meningkat seiring waktu.

Dampak Langsung bagi Pengguna, Upgrade Terbatas

Pengguna perangkat dengan RAM tersolder menghadapi keterbatasan serius dalam hal peningkatan memori. RAM yang disolder langsung ke papan utama membuat opsi upgrade RAM menjadi tidak mungkin tanpa mengganti seluruh perangkat.

Tentu saja hal tersebut akan menambah biaya lebih besar dari sisi pengguna jika kebutuhan komputasi meningkat.

Baca Juga: Kelangkaan RAM Serius, Harga DDR5 Samsung Capai Level Tertinggi

Kasus seperti ini sering terjadi pada model-model laptop modern yang mengorbankan kemampuan upgrade demi desain tipis. Ketika RAM tidak lagi bisa ditambah, pengguna yang awalnya merasa cukup dengan konfigurasi standar akan kesulitan saat aplikasi atau tugas komputasi menjadi lebih menuntut di masa depan.

Apa Alasan Produsen Terapkan RAM Tersolder?

Produsen perangkat keras menerapkan RAM tersolder bukan semata karena tren, tetapi didorong oleh kombinasi pertimbangan teknis, efisiensi biaya, serta strategi bisnis jangka panjang.

Dari sisi desain, RAM yang disolder langsung ke motherboard memungkinkan perangkat dibuat lebih tipis, lebih ringan, dan lebih hemat daya, terutama pada laptop ultraportabel dan perangkat mobile.

Baca Juga: Kenapa Harga RAM PC dan Laptop Naik? Ini Penyebab Utamanya

Secara teknis, RAM tersolder, khususnya jenis LPDDR, dapat bekerja lebih cepat dan stabil karena jarak antara prosesor dan memori lebih pendek. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi energi dan performa, yang menjadi nilai jual utama pada laptop modern berdesain ringkas.

Selain itu, penyolderan RAM mengurangi jumlah konektor fisik, sehingga risiko kegagalan mekanis juga lebih kecil. Dalam kondisi harga RAM yang fluktuatif, pendekatan ini juga memberi produsen kontrol lebih besar terhadap spesifikasi perangkat dan margin keuntungan.

Namun, strategi ini tidak selalu sejalan dengan kepentingan konsumen. Hilangnya slot RAM membuat pengguna tidak dapat meningkatkan kapasitas memori di kemudian hari, sehingga perangkat berpotensi cepat terasa usang ketika kebutuhan aplikasi meningkat.

Sebagai respons terhadap kritik tersebut, industri mulai mengeksplorasi alternatif yang lebih seimbang. Salah satunya adalah standar memori CAMM2 (Compression Attached Memory Module 2) yang dikembangkan oleh JEDEC.

CAMM2 dirancang agar tetap hemat ruang seperti RAM tersolder, tetapi tetap dapat diganti atau ditingkatkan. Meski menjanjikan, adopsi CAMM2 masih terbatas dan belum menjadi standar luas di pasar konsumen, terutama karena biaya implementasi dan ekosistem pendukung yang belum matang.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *