Kapsultekno.com - Primaya Hospital Group menjadi rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menginstalasi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System, teknologi bedah robotik yang dirancang untuk membantu dokter melakukan operasi melalui satu akses sayatan.
Sistem bedah robotik buatan Beijing Surgerii Robotics Company Limited tersebut ditempatkan di Primaya Hospital Kelapa Gading, Jakarta. Instalasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Primaya Hospital, Lynas Medikal, dan Surgerii Robotics pada 12 Oktober 2026.
Dalam siaran pers pada 13 Oktober 2026, Primaya Hospital Group menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan bedah minimal invasif berbasis teknologi di Indonesia.
Pengembangan teknologi tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri. Berdasarkan data olahan Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI tahun 2025, sekitar satu juta warga negara Indonesia (WNI) berobat ke luar negeri setiap tahun. Sebanyak 60 persen di antaranya berdomisili di Jakarta.
Tindakan bedah menjadi layanan medis yang paling banyak diminati kedua, dengan proporsi 19,2 persen, setelah pemeriksaan kesehatan atau medical check-up.
Cara Kerja Robot Bedah SHURUI
SHURUI Robotic Single-Port Surgical System merupakan sistem bedah robotik yang menggunakan instrumen fleksibel menyerupai ular (snake-like instruments) dan dilengkapi visualisasi endoskopi tiga dimensi (3D).
Teknologi ini dirancang agar dokter dapat melakukan prosedur bedah tertentu melalui satu akses sayatan. Pendekatan tersebut berbeda dari operasi yang membutuhkan beberapa sayatan untuk memasukkan kamera dan instrumen bedah.

Dengan akses tunggal, teknologi ini berpotensi mengurangi jumlah sayatan dan menghasilkan bekas luka yang lebih kecil. Namun, hasilnya tetap bergantung pada jenis operasi, kondisi klinis pasien, serta pertimbangan dokter yang menangani.
SHURUI dirancang untuk mendukung prosedur di sejumlah bidang kedokteran, termasuk urologi, obstetri dan ginekologi, bedah umum, serta bedah toraks. Penggunaannya harus mengikuti indikasi medis dan persetujuan yang berlaku untuk perangkat tersebut.
Menurut informasi resmi Surgerii Robotics, sistem SHURUI telah memperoleh persetujuan dari regulator perangkat medis China dan penandaan CE di Uni Eropa untuk penggunaan sesuai indikasi yang ditetapkan. Penandaan CE menunjukkan kesesuaian perangkat dengan persyaratan regulasi Uni Eropa, bukan jaminan bahwa setiap prosedur akan memberikan hasil yang sama.
Primaya Siapkan Dokter untuk Mengoperasikan Teknologi
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, CFA, FRM, mengatakan bahwa pengadaan teknologi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah minimal invasif.
“Bagi Primaya Hospital Group, menghadirkan SHURUI Robotic Single-Port Surgical System merupakan langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan bedah minimal invasif berteknologi maju. Kami melihat SHURUI sebagai teknologi yang memiliki pendekatan khusus dalam pengembangan bedah robotik single-port, dengan inovasi yang terus dikembangkan sejak awal berdirinya Surgerii Robotics," kata Leona.
"Keputusan kami juga mempertimbangkan aspek aksesibilitas, termasuk dukungan pelatihan bagi dokter serta potensi menghadirkan layanan kompetitif. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat memperluas pilihan layanan bedah bagi masyarakat Indonesia," jelasnya.

Sebagai bagian dari persiapan, Primaya Hospital Group mengirimkan tujuh dokter spesialis dan subspesialis ke Shanghai, China, pada September 2026 untuk mengikuti pelatihan penggunaan SHURUI.
Para dokter tersebut berasal dari bidang bedah digestif, obstetri dan ginekologi, urologi, bedah anak, serta bedah onkologi. Pelatihan ini ditujukan untuk mempersiapkan tenaga medis dalam memahami pengoperasian teknologi, dengan tetap memperhatikan kompetensi dokter, kesesuaian indikasi, dan standar keselamatan pasien.
Overseas Operational Manager Surgerii Robotics, Fifi Zhang, menyambut kerja sama tersebut sebagai langkah untuk memperluas pengembangan bedah minimal invasif di kawasan Asia Tenggara.
“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Primaya Hospital dalam menginstalasi SHURUI Robotic Single-Port Surgical System pertama di Asia Tenggara. Kami berharap kemitraan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pengembangan teknologi bedah minimal invasif di kawasan, didukung pelatihan tenaga medis dan kolaborasi klinis yang berkelanjutan," ujar Fifi Zhang.
Keselamatan Pasien Tetap Menjadi Prioritas
Kehadiran robot bedah tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap keahlian dokter. Teknologi robotik berfungsi sebagai perangkat pendukung tindakan operasi, sedangkan pemilihan prosedur dan keputusan klinis tetap harus mempertimbangkan kondisi pasien serta kompetensi tenaga medis.
Leona menegaskan bahwa penerapan inovasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan dokter dan kualitas pelayanan.
“Kami ingin memastikan setiap inovasi yang dikembangkan memiliki tujuan yang jelas, yaitu mendukung layanan yang berkualitas, mengutamakan keselamatan pasien, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, teknologi dapat menjadi bagian dari upaya Primaya Hospital menghadirkan solusi kesehatan terpercaya yang mengutamakan keunggulan klinis dengan penuh kepedulian,” tutup Leona.
Instalasi SHURUI di Primaya Hospital Kelapa Gading menjadi langkah pengembangan teknologi bedah robotik di Indonesia. Penerapan teknologi ini diharapkan memperluas pilihan layanan medis bagi masyarakat, dengan efektivitas dan keselamatan pasien tetap menjadi pertimbangan utama.