Kapsultekno.com - OpenAI menyiapkan format iklan visual baru di ChatGPT yang akan tampil ketika pengguna membuat gambar. Langkah OpenAI ini sebagai perluasan bisnis iklan AI yang kini telah menjangkau lebih dari 60 negara.
OpenAI mengumumkan format baru bernama visual ads untuk ChatGPT. Berbeda dari format iklan sebelumnya yang lebih banyak mengandalkan teks, iklan baru ini akan menampilkan materi visual berupa gambar produk atau layanan.
Format tersebut dirancang untuk membantu pengguna melihat bagaimana sebuah produk maupun layanan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. OpenAI mengatakan iklan dapat menampilkan inspirasi produk, penggunaan produk, hingga pengalaman yang ditawarkan sebuah merek.
Pengujian awal akan dimulai pada akhir Oktober 2026 di Amerika Serikat dengan sejumlah pengiklan terpilih. Pada tahap pertama, visual ads akan muncul ketika pengguna menggunakan fitur pembuatan gambar di ChatGPT.

Meski berada berdekatan dengan hasil gambar, iklan akan dipisahkan dari gambar yang dibuat ChatGPT dan diberi label secara jelas sebagai iklan.
OpenAI Klaim Iklan Tidak Memengaruhi Jawaban AI
Kehadiran iklan di layanan AI memunculkan pertanyaan mengenai potensi pengaruh pengiklan terhadap jawaban chatbot. OpenAI menegaskan sistem iklan dan sistem yang menghasilkan respons ChatGPT tetap dipisahkan.
Dalam pengumuman resminya, OpenAI juga mengatakan percakapan pengguna tetap bersifat privat dan pengiklan tidak mendapatkan akses ke percakapan pribadi.
Perusahaan turut menerapkan sistem brand suitability untuk mencegah iklan tampil dalam percakapan yang dianggap sensitif, tidak sesuai, atau berkaitan dengan kondisi emosional pengguna yang rentan. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan otomatis, pengawasan manusia, serta pemantauan berkelanjutan.
ChatGPT Sudah Jadi Platform Iklan Global
Langkah ini datang ketika bisnis iklan ChatGPT berkembang pesat. OpenAI menyebut ChatGPT kini digunakan oleh sekitar 1,2 miliar orang setiap minggu dan mengklaimnya sebagai platform konsumen AI-native terbesar di dunia.
Pada akhir Agustus 2026, OpenAI menyebut pendapatan tahunan ChatGPT Ads telah mencapai US$1 miliar, kurang dari 200 hari setelah diluncurkan. Saat itu, puluhan ribu pengiklan sudah menggunakan ChatGPT untuk menjalankan kampanye iklan.
Indonesia sendiri termasuk pasar yang baru mendapatkan perluasan ChatGPT Ads. Sejak 23 September 2026, layanan iklan ChatGPT mulai diperluas ke Indonesia bersama Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Dengan ekspansi tersebut, ChatGPT Ads telah tersedia di lebih dari 60 negara.
Selain format baru, OpenAI juga memperluas perangkat pengukuran iklan dengan berbagai mitra atribusi dan analitik. Perusahaan ingin membantu pengiklan mengetahui apakah kampanye di ChatGPT benar-benar menghasilkan kunjungan, konversi, maupun pembelian.
