Kapsultekno.com - WhatsApp resmi mulai menggulirkan fitur username, memungkinkan pengguna terhubung tanpa perlu membagikan nomor telepon. Fitur yang telah lama dinantikan ini dinilai mampu meningkatkan privasi, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran baru terkait kejahatan siber lewat penyamaran identitas maupun pesan scam.
Menurut laporan NDTV, banyak pengguna di media sosial X menilai sistem berbasis username dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk membuat akun yang menyerupai nama seseorang atau organisasi tertentu. Kekhawatiran tersebut muncul karena komunikasi nantinya tidak lagi selalu bergantung pada nomor telepon yang lebih mudah diverifikasi.
Salah satu peringatan datang dari CEO KnotDating Jasveer Singh, yang menilai penggunaan username dapat mengurangi akuntabilitas pengguna di platform pesan instan. Ia juga mengingatkan bahwa mekanisme seperti ini berpotensi menyulitkan pelacakan identitas pelaku kejahatan siber apabila terjadi penipuan.
Sejumlah pengguna X bahkan menyebut fitur tersebut dapat mempermudah aksi impersonasi atau penyamaran identitas, terutama jika ada username yang sangat mirip dengan milik tokoh publik, perusahaan, maupun kontak pribadi. Kondisi tersebut dianggap serupa dengan tantangan yang telah lama dihadapi aplikasi seperti Telegram.
Di sisi lain, WhatsApp menegaskan bahwa tujuan utama fitur username adalah meningkatkan privasi pengguna. Dengan sistem baru ini, seseorang dapat memulai percakapan tanpa harus mengungkapkan nomor telepon pribadinya, sehingga lebih aman ketika berinteraksi dengan orang yang belum dikenal, komunitas, maupun kebutuhan profesional.
Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan, WhatsApp menerapkan sejumlah perlindungan. Username harus unik dengan panjang 3 hingga 35 karakter, tidak tersedia direktori publik untuk mencari username, dan pengguna harus mengetahui username secara tepat agar dapat menghubungi seseorang.
Selain itu, WhatsApp juga menghadirkan username key sebagai lapisan keamanan tambahan saat menerima pesan pertama dari pengguna yang belum dikenal.
Meta juga telah menyiapkan mekanisme reservasi username bagi sejumlah figur publik dan organisasi guna mengurangi risiko penyamaran identitas. Peluncuran fitur dilakukan secara bertahap kepada lebih dari tiga miliar pengguna WhatsApp di seluruh dunia dalam beberapa bulan ke depan.
Meski demikian, para pakar keamanan digital mengingatkan bahwa pengguna tetap perlu berhati-hati. Kehadiran username memang meningkatkan privasi karena nomor telepon tidak lagi mudah diketahui orang lain, tetapi pengguna tetap harus waspada terhadap akun yang menggunakan nama atau ejaan yang menyerupai pihak resmi untuk menjalankan modus penipuan.
Sekadar informasi, WhatsApp adalah aplikasi pesan instan yang didirikan oleh Brian Acton dan Jan Koum, mantan karyawan Yahoo, dan diluncurkan pada November 2009, awalnya khusus untuk iOS sebelum merilis versi Android pada Agustus 2010.
Layanan ini dengan cepat menarik perhatian karena antarmuka yang ramah pengguna dan integrasinya yang mulus dengan nomor telepon pengguna, hingga pada tahun 2014 Facebook mengakuisisi WhatsApp senilai 19 miliar dolar AS, salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah teknologi.
Sejak itu, WhatsApp terus berkembang pesat dengan menambahkan berbagai fitur seperti panggilan suara dan video, WhatsApp Business, serta integrasi sistem pembayaran di sejumlah pasar besar. Saat ini, per pertengahan 2026, WhatsApp tercatat memiliki lebih dari 3 miliar pengguna aktif bulanan secara global, menjadikannya aplikasi pesan paling populer di dunia, dengan India sebagai pasar terbesar (sekitar 853,8 juta pengguna), diikuti Brasil, dan Indonesia yang berada di posisi ketiga dengan sekitar 112 juta pengguna aktif.