Kapsultekno.com - OpenAI mengumumkan bahwa mereka akan mulai menguji penayangan iklan dalam layanan ChatGPT untuk pengguna gratis dan paket Go dalam beberapa minggu mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi monetisasi yang lebih luas oleh perusahaan AI tersebut.
Iklan ini akan muncul di bagian bawah jawaban ChatGPT dengan memperhatikan relevansi sesuai konten percakapan pengguna. Menurut analis Mark Mahaney dari Evercore ISI, jika strategi ini berhasil, OpenAI bisa menghasilkan lebih dari USD25 miliar atau sekitar Rp420 triliun, dikutip dari Sina Finance.
Capaian angka tersebut terutama untuk pendapatan iklan tahunan pada 2030, sebuah potensi yang bisa menantang dominasi Google dalam bisnis iklan digital.
Baca Juga: ChatGPT Versi Gratis dan Go Bakal Tampilkan Iklan, OpenAI: Tak Ganggu Jawaban AI
Cara Kerja dan Tantangan Iklan ChatGPT
Penempatan iklan direncanakan muncul pada antarmuka ChatGPT untuk pengguna versi gratis dan Go, tetapi tidak akan memengaruhi respons AI secara langsung. Iklan akan diberi label jelas dan dipisahkan dari jawaban agar tidak mengganggu pengalaman pengguna.
Model iklan ini memanfaatkan basis pengguna ChatGPT yang sangat besar, dengan hampir satu miliar pengguna mingguan yang dianggap memiliki "informasi intensi tinggi" dan menarik bagi pengiklan.

Namun, tantangan masih terbuka, terutama dalam mempertahankan kepercayaan dan kebiasaan pengguna. Meski potensi pendapatan besar, OpenAI harus bersaing dengan raksasa iklan seperti Google dan Meta yang sudah jauh lebih mapan dalam ekosistem iklan digital.
Dampak Potensial pada Industri Teknologi
Potensi pendapatan iklan yang diperkirakan mencapai USD25 miliar per tahun pada 2030 ini bukan sekadar angka besar bagi OpenAI. Ini juga dapat mengubah lanskap periklanan digital global.
Baca Juga: OpenAI Uji Fitur Baru ChatGPT, Terungkap Domain Kode Nama “Sonata”
Analis menilai bahwa model monetisasi baru ini menunjukkan bahwa ChatGPT tidak hanya menjadi alat produktivitas AI, tetapi juga platform iklan yang menjanjikan. Jika OpenAI berhasil menerapkan iklan yang relevan dan tidak mengganggu, hal itu bisa menarik sebagian anggaran iklan dari raksasa seperti Google dan Meta ke dalam ekosistem AI generatif.
Di sisi lain, pengiklan dan pakar industri akan mengamati bagaimana OpenAI menyeimbangkan monetisasi iklan dan pengalaman pengguna tanpa menurunkan kepercayaan publik terhadap layanan chatbot AI, yang saat ini digunakan untuk pencarian informasi penting dan interaksi sehari-hari.