Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Bahaya Meletakkan Laptop di Kasur Bisa Picu Overheating, Ini Dampaknya
Menggunakan laptop di kasur atau sofa dapat memicu overheating dan merusak komponen perangkat lebih cepat.

Kapsultekno.com - Pengguna laptop sering kali meletakkan perangkat di atas kasur, sofa, bantal, atau permukaan empuk lainnya demi kenyamanan. Namun kebiasaan ini ternyata bisa berdampak buruk pada kesehatan perangkat karena memicu penumpukan panas atau overheating.

Laporan dari BGR menjelaskan bahwa laptop modern dirancang dengan sistem pendingin yang membutuhkan aliran udara lancar. Sebagian besar laptop memiliki ventilasi udara di bagian bawah atau samping bodi untuk menyedot udara dingin dan membuang panas dari prosesor maupun kartu grafis.

Ketika laptop digunakan di atas permukaan lembut seperti kasur atau sofa, ventilasi tersebut dapat tertutup kain atau busa. Kondisi ini membuat sirkulasi udara terganggu sehingga panas terjebak di dalam perangkat. Akibatnya, suhu internal meningkat lebih cepat dibanding penggunaan di meja datar.

blank

Dell Indonesia juga memperingatkan bahwa penggunaan laptop di atas selimut, bantal, atau bahan kain dapat menghambat aliran udara dan menyebabkan kerusakan yang tidak tercakup dalam garansi. Dell menyebut laptop sebaiknya digunakan di permukaan keras dan datar agar pendinginan bekerja optimal.

Baca Juga: Review Asus Zenbook 14 OLED, Laptop AI Premium untuk Profesional Muda

Selain meningkatkan suhu, panas berlebih juga dapat memicu thermal throttling, yakni kondisi ketika prosesor otomatis menurunkan performa demi mencegah kerusakan komponen. Pengguna biasanya akan merasakan laptop menjadi lambat, kipas berputar lebih kencang, hingga perangkat tiba-tiba mati sendiri.

Dalam jangka panjang, overheating dapat memperpendek usia komponen penting seperti CPU, GPU, baterai, hingga motherboard. Debu dan serat kain dari sofa atau kasur juga berpotensi tersedot ke dalam ventilasi dan menumpuk di kipas pendingin, sehingga sistem pendingin makin tidak efektif.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Hapus Cache Browser di Smartphone dan PC?

Beberapa pakar menyarankan penggunaan cooling pad atau alas laptop khusus jika pengguna ingin bekerja di tempat yang tidak memiliki meja. Selain itu, posisi laptop yang sedikit terangkat juga dinilai membantu memperbaiki aliran udara dan menurunkan suhu perangkat.

Tanda-tanda laptop mulai mengalami overheating antara lain bodi terasa sangat panas, performa melambat, kipas berbunyi keras, hingga aplikasi sering crash. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan permanen pada perangkat.

Baca Juga: Galaxy S26 Series Cocok untuk Traveling, Usung Fitur Agentic AI dan Kamera 200MP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top