Kapsultekno.com - Kehadiran MacBook Neo disebut mulai mengubah peta persaingan laptop global di tengah kondisi pasar PC yang sedang melemah. Laporan terbaru IDC yang dikutip MacRumors menyebut laptop murah terbaru Apple tersebut berhasil menjadi salah satu faktor pengganggu terbesar di segmen laptop entry-level dan menengah pada 2026.
IDC memperkirakan pengiriman PC global akan turun sekitar 11,3 persen sepanjang 2026. Namun di tengah perlambatan tersebut, MacBook Neo justru tampil sebagai pengecualian berkat harga yang lebih terjangkau dibanding lini MacBook sebelumnya.
Apple diketahui memasarkan perangkat ini mulai USD599 atau sekitar Rp9 jutaan untuk model dasar, bahkan tersedia harga khusus pelajar sekitar USD500 di beberapa wilayah.

Popularitas MacBook Neo disebut memicu respons cepat dari produsen laptop Windows. Dell misalnya baru meluncurkan laptop XPS 13 terbaru dengan harga mulai USD699 dan diskon mahasiswa USD599 untuk menantang dominasi MacBook Neo di pasar laptop tipis premium.
Menurut laporan tersebut, Apple berhasil menarik konsumen baru yang sebelumnya menggunakan Chromebook maupun laptop Windows murah. CEO Apple, Tim Cook bahkan menyebut permintaan terhadap MacBook Neo “luar biasa” dalam laporan pendapatan perusahaan beberapa waktu lalu.
IDC juga menilai strategi Apple menghadirkan laptop dengan desain premium namun harga lebih rendah menjadi tekanan serius bagi produsen PC lain. Pasalnya, kondisi industri saat ini sedang menghadapi kenaikan biaya komponen seperti DRAM dan CPU yang membuat harga laptop diperkirakan terus meningkat sepanjang tahun ini.
IDC memproyeksikan rata-rata harga jual laptop bisa naik hingga 17 persen pada 2026. Di sisi lain, Apple dinilai diuntungkan oleh efisiensi chip Apple Silicon yang menawarkan performa tinggi dengan konsumsi daya rendah.
Hal ini memungkinkan MacBook Neo hadir dengan desain tanpa kipas namun tetap hemat baterai.

Laporan lain menyebut MacBook Neo bahkan menjadi Mac paling laris pada kuartal debutnya dengan pengiriman mencapai 1,1 juta unit menurut data IDC.
Persaingan pasar laptop murah premium kini diperkirakan semakin ketat. Selain Dell, Qualcomm hingga berbagai vendor Windows lain mulai menyiapkan perangkat baru berbasis ARM dan AI PC untuk menyaingi strategi Apple di segmen tersebut.