Kapsultekno.com - Ponsel pintar menggunakan baterai lithium-ion yang mampu menyimpan energi besar dalam ukuran yang kecil. Teknologi tersebut bikin smartphone semakin tipis dan bertenaga, tetapi juga membutuhkan penggunaan dan perawatan yang tepat untuk mengurangi risiko panas berlebih atau overheating.
Overheating tentu kondisi yang tidak diinginkan oleh pengguna, selain membuat tangan tidak nyaman karena panas berlebih, suhu yang tinggi berpotensi menimbulkan kebakaran pada baterai.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu terjadi insiden ponsel yang dilaporkan terbakar di dalam tas penumpang KRL di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan. Ponsel tersebut diduga mengalami panas berlebih karena fitur hotspot tetap aktif ketika perangkat berada di dalam tas.
Panas yang terperangkap di ruang tertutup dapat membuat temperatur perangkat meningkat. Dalam kondisi tertentu, panas berlebih dapat memengaruhi baterai dan komponen internal hingga meningkatkan risiko korsleting atau thermal runaway.
Apa Itu Thermal Runaway?
Thermal runaway adalah kondisi ketika kegagalan pada baterai menyebabkan kenaikan suhu yang semakin sulit dikendalikan dan dapat berujung pada pelepasan energi, kebakaran, atau kejadian berbahaya lainnya.
Consumer Product Safety Commission (CPSC) Amerika Serikat mencatat bahwa baterai lithium-ion memiliki kepadatan energi tinggi dan dapat menimbulkan bahaya seperti overheating serta kebakaran. Karena itu, lembaga tersebut menekankan pentingnya sistem perlindungan yang menangani suhu, pengisian dan pelepasan daya, serta korsleting.
Dalam materi teknisnya, CPSC juga menjelaskan bahwa perangkat berbaterai lithium-ion perlu menjaga sel tetap berada dalam batas operasi yang ditentukan produsen. Pemantauan temperatur menjadi salah satu bagian penting untuk mencegah sel bekerja pada suhu yang melampaui batas aman.
Dengan demikian, panas berlebih bukan berarti otomatis terjadi thermal runaway. Risiko menjadi lebih serius apabila baterai mengalami kondisi abnormal yang menyebabkan kegagalan internal dan sistem perlindungan tidak mampu mencegah perkembangan kondisi tersebut.
Kerusakan Fisik Bisa Memicu Masalah Baterai
CPSC secara khusus mengingatkan konsumen agar tidak menghancurkan, menusuk atau memberikan tekanan besar pada baterai lithium-ion. Perlakuan tersebut dapat menyebabkan korsleting internal yang menghasilkan overheating.
Benturan keras juga perlu diperhatikan. CPSC menyebut ponsel yang terjatuh, terutama ke permukaan keras, berpotensi mengalami kerusakan pada perangkat maupun baterainya. Jika kerusakan dicurigai, perangkat sebaiknya diperiksa di pusat layanan.
Masalahnya, kerusakan internal baterai tidak selalu terlihat dari bagian luar ponsel. Karena itu, perangkat yang mengalami benturan berat dan kemudian menunjukkan perilaku tidak normal sebaiknya tidak terus digunakan tanpa pemeriksaan.
Charger dan Sistem Pengisian Penting
CPSC merekomendasikan penggunaan baterai dan charger yang kompatibel dengan perangkat. Lembaga tersebut memperingatkan agar konsumen tidak menggunakan baterai atau charger yang tidak kompatibel maupun produk yang berpotensi palsu.
CPSC juga menekankan pendekatan keselamatan secara menyeluruh. Sistem baterai seharusnya memiliki perlindungan terhadap pengisian dan pelepasan daya, perlindungan korsleting, serta pengaturan keseimbangan sel pada baterai yang memiliki banyak sel.
Charger dan perangkat juga perlu diuji sebagai satu kesatuan. Artinya, penggunaan charger yang sesuai spesifikasi tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan baterai.
Tips Mencegah Risiko Ponsel Terbakar
Pengguna dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko:
- Pertama, hindari suhu ekstrem. Jangan meninggalkan ponsel di bawah sinar matahari langsung atau di dalam kendaraan yang sangat panas, atau dekat sumber panas.
- Kedua, jangan menekan atau merusak baterai. Hindari penggunaan perangkat yang mengalami kerusakan fisik serius, terutama setelah terjatuh atau terbentur keras.
- Ketiga, gunakan charger dan aksesori yang kompatibel. Pilih produk yang direkomendasikan produsen dan hindari kabel maupun charger yang rusak.
- Keempat, berikan sirkulasi udara saat mengisi daya. Jangan menutup ponsel dengan bantal, selimut atau benda lain yang dapat menghambat pelepasan panas.
- Kelima, perhatikan tanda-tanda abnormal. Jika ponsel mengalami panas yang tidak biasa atau menunjukkan kerusakan setelah benturan, hentikan penggunaan dan pertimbangkan pemeriksaan di pusat servis.
Pada akhirnya, ponsel modern memang dilengkapi berbagai mekanisme perlindungan. Namun, keamanan baterai tetap bergantung pada kualitas sel, kondisi perangkat, sistem pengisian, temperatur dan cara penggunaannya.
Dengan memahami tanda-tanda kerusakan dan mengikuti spesifikasi produsen menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko seperti thermal runaway yang berujung pada terbakarnya ponsel.
