Kapsultekno.com- Perusahaan teknologi energi Aircela memperkenalkan sistem bahan bakar baru yang dapat menghasilkan gas sintetik dengan mengambil karbon dioksida langsung dari udara. Teknologi ini mampu menciptakan bensin yang biasa digunakan untuk mesin berbahan bakar konvensional.
Temuan ini dipandang sebagai langkah menuju energi yang lebih bersih dan diharapkan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) fosil.
Cara kerja mesin Aircela ialah mengambil karbon dioksida dari udara dan hidrogen dari air, lalu melewati serangkaian tahap kimia sehingga menghasilkan bensin sintetis. Bensin sintetis yang dihasilkan mirip secara kimia dengan bensin minyak bumi dan kompatibel dengan mesin konvensional.
Baca Juga: 5 Isu Penting yang Meliputi Pesatnya Perkembangan Teknologi Kecerdasan Buatan
Dengan proses tersebut, dalam satu hari mesin Aircela dapat menghasilkan sekitar satu galon gasoline (bensin). Perangkat ini relatif kecil sehingga bisa diletakkan di rumah, bisnis, atau fasilitas industri, berpotensi memperluas akses bahan bakar di berbagai skala.

Menurut penjelasan perusahaan, mesin ini bekerja dengan menyaring karbon dioksida dari udara melalui larutan air yang mengandung kalium hidroksida, kemudian memisahkan hidrogen dari air melalui elektrolisis. Karbon dan hidrogen yang terkumpul digabungkan menjadi metanol lalu diproses menjadi gasoline sintetis yang kompatibel dengan mesin biasa.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Internet, SpaceX Bangun Pabrik Starlink Baru di Texas
Meski menjanjikan, teknologi tersebut belum teruji pada skala besar. Proses produksi masih tergantung pada listrik untuk elektrolisis dan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan massal perlu dibuktikan melalui pengembangan lebih lanjut sebelum dapat diadopsi secara luas, dikutip dari BGR.