☕ Support Us
Advertise here · www.kapsultekno.com
YouTube Tawarkan Jutaan Dolar AS demi Cegah Kreator Pindah ke Netflix
YouTube menyiapkan insentif jutaan dolar untuk mempertahankan kreator populer di tengah agresivitas Netflix memburu talenta digital.

Kapsultekno.comYouTube dilaporkan menyiapkan tawaran bernilai jutaan dolar Amerika Serikat (USD) untuk sejumlah kreator populer agar mereka tetap menjadikan platform YouTube sebagai tempat utama dan eksklusif untuk menayangkan konten.

Langkah ini menjadi sinyal semakin sengitnya persaingan antara YouTube dan Netflix dalam memperebutkan kreator digital. Netflix dalam beberapa waktu terakhir memang semakin agresif menggandeng nama-nama besar yang sebelumnya membangun popularitas melalui YouTube.

Menurut laporan Bloomberg yang menjadi sumber pemberitaan gHacks, YouTube menawarkan insentif finansial kepada sejumlah kanal populer dengan syarat konten mereka tidak ditayangkan di Netflix selama periode eksklusivitas tertentu. Durasi eksklusivitas tersebut belum diungkapkan.

Tawaran YouTube tidak hanya berupa pembayaran langsung. Perusahaan juga disebut membahas skema pendanaan produksi untuk program tertentu serta pembagian pendapatan dari kesepakatan dengan merek besar.

Dengan skema tersebut, kreator berpotensi memperoleh sumber pendapatan tambahan selain pemasukan reguler dari iklan dan kerja sama komersial yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem YouTube.

blank

Meski demikian, belum ada kesepakatan yang secara resmi difinalisasi dengan kreator berdasarkan informasi yang tersedia. Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan YouTube sudah berada dalam tahap negosiasi dengan sejumlah mitra.

Pembicaraan berlangsung secara tertutup sehingga para sumber tidak disebutkan namanya.

Alan Chikin Chow, Nick DiGiovanni hingga Sean Evans Dibidik

Sejumlah nama besar disebut masuk dalam pembicaraan terkait strategi baru YouTube tersebut.

Alan Chikin Chow dan Nick DiGiovanni dilaporkan termasuk kreator yang berada dalam pembicaraan lebih lanjut dengan YouTube. Nama Sean Evans, kreator dan pembawa acara Hot Ones, juga disebut sebagai salah satu kreator yang sedang menjadi sasaran pendekatan.

Chow sendiri merupakan salah satu kreator digital yang berhasil membangun audiens sangat besar melalui konten video pendek dan serial yang menyasar penonton muda. Sementara itu, DiGiovanni dikenal luas melalui konten kuliner dan memiliki puluhan juta pelanggan di YouTube.

Netflix sebelumnya juga telah menggandeng sejumlah kreator tersebut. TheWrap melaporkan Netflix telah memiliki kesepakatan dengan Alan Chikin Chow, Nick DiGiovanni, Mythical Entertainment, Ms. Rachel, Mark Rober, Salish & Jordan Matter, Danny Go!, Hot Ones dan The Stokes Twins. Kanal-kanal dan program yang terkait dengan kreator tersebut secara kolektif memiliki lebih dari 500 juta pelanggan di YouTube.

Netflix Menawarkan Uang dan Audiens Baru

Bagi kreator, tawaran Netflix memiliki daya tarik tersendiri karena dapat memberikan pemasukan tambahan dari konten yang sebenarnya sudah mereka produksi untuk YouTube.

Netflix juga memiliki basis pelanggan global yang sangat besar. Berdasarkan laporan Bloomberg, layanan streaming tersebut memiliki lebih dari 325 juta pelanggan. Distribusi melalui Netflix memberikan peluang bagi kreator untuk menjangkau penonton yang mungkin tidak mengikuti kanal mereka di YouTube.

blank

Salah satu contoh ekspansi Netflix ke ranah kreator adalah kemitraan dengan Salish Matter dan Jordan Matter. Netflix mengumumkan kesepakatan multifungsi untuk mengembangkan, memproduksi, dan membintangi proyek-proyek baru bersama pasangan ayah-anak tersebut.

Kanal keluarga Matter sebelumnya telah mengumpulkan lebih dari 34,1 juta pelanggan dan 13,3 miliar penayangan sepanjang masa di YouTube.

Netflix juga mencatat performa kuat dari konten kreator. Pada paruh pertama 2026, delapan episode program Ms. Rachel dilaporkan meraih 69 juta penayangan di Netflix. Konten Mark Rober mencapai 36 juta penayangan, sedangkan Salish dan Jordan Matter meraih 29 juta penayangan dan Danny Go! 26 juta penayangan.

YouTube Mulai Mempertahankan Eksklusivitas

Persaingan tersebut membuat YouTube mengambil pendekatan yang berbeda dari model bisnisnya selama ini. Platform milik Google tersebut secara tradisional mengandalkan pembagian pendapatan iklan dan berbagai program monetisasi untuk mempertahankan kreator. Namun, tawaran pendanaan langsung dan pembagian hasil kerja sama merek menunjukkan bahwa YouTube kini bersedia mengeluarkan modal lebih besar untuk mempertahankan kreator dengan audiens paling berharga.

YouTube juga disebut telah memberi tahu kreator mengenai konsekuensi jika mereka memilih membuat kesepakatan dengan Netflix.

Kreator yang merilis konten secara bersamaan di YouTube dan Netflix berpotensi lebih jarang ditampilkan dalam kampanye pemasaran atau acara YouTube. Mereka juga dapat dikeluarkan dari pembagian pendapatan dalam sejumlah kampanye merek besar.

Namun, laporan tersebut tidak menunjukkan bahwa YouTube akan menghapus kanal atau menghentikan pendapatan iklan reguler para kreator yang bekerja sama dengan Netflix. Konsekuensi yang disebutkan terutama berkaitan dengan manfaat tambahan seperti promosi, acara, dan peluang kampanye merek.

Netflix Tidak Selalu Menuntut Konten Eksklusif

Menariknya, strategi Netflix terhadap kreator tidak selalu berarti seluruh konten harus meninggalkan YouTube. Sejumlah kesepakatan memungkinkan video ditayangkan secara bersamaan di kedua platform.

Alan Chikin Chow dan Nick DiGiovanni, misalnya, disebut menerima kesepakatan untuk mengunggah konten ke YouTube dan Netflix secara bersamaan.

Model seperti ini membuat Netflix bisa memanfaatkan popularitas kreator tanpa harus sepenuhnya mengambil alih kanal mereka.

Bagi kreator, skema tersebut juga menawarkan dua keuntungan sekaligus, memperoleh bayaran tambahan dan mendapatkan akses kepada audiens Netflix yang sangat besar.

Namun, terdapat sejumlah kendala. Beberapa kreator disebut tidak tertarik dengan persyaratan Netflix karena perusahaan meminta video diserahkan beberapa hari sebelum publikasi. Persyaratan tersebut dianggap kurang sesuai dengan pola produksi kreator yang terbiasa membuat dan menerbitkan konten dengan cepat.

Netflix juga dilaporkan meminta sebagian kreator menghapus sponsor merek tertentu dari video yang ditayangkan di platformnya, yang berpotensi mengurangi fleksibilitas monetisasi kreator.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *