☕ Support Us
Advertise here · www.kapsultekno.com
YouTube Perketat Monetisasi AI Slop, 3 Jenis Konten Ini Bisa Bikin Kreator Tak Dibayar
YouTube memperjelas aturan monetisasi AI slop dan mengancam pendapatan kreator yang menghasilkan konten tidak autentik.

Kapsultekno.com - YouTube memperjelas aturan monetisasi terhadap konten AI berkualitas rendah atau AI slop. Platform menegaskan bahwa penggunaan AI sendiri bukan alasan sebuah video kehilangan penghasilan.

Yang menjadi perhatian adalah konten yang dianggap tidak autentik, diproduksi berulang, atau mengeksploitasi penonton.

Perubahan penjelasan ini disampaikan oleh Matt Halprin, Vice President of Trust and Safety YouTube, melalui program Creator Insider. Menurut Halprin, YouTube tidak sedang membuat larangan baru terhadap konten berbasis AI, melainkan memperjelas kategori konten yang selama ini masuk dalam aturan inauthentic content.

Halprin menegaskan bahwa YouTube tidak mempersoalkan alat yang digunakan kreator untuk menghasilkan sebuah video. AI dapat digunakan untuk membantu proses kreatif selama hasil akhirnya memberikan nilai dan menunjukkan kreativitas pembuatnya.

blank

"AI sebenarnya memungkinkan orang untuk membuat banyak video. Terkadang video-video tersebut sangat bagus dan benar-benar meningkatkan kreativitas. Selain itu, Anda dapat memproduksi konten berkualitas tinggi dalam jumlah lebih banyak, sesuatu yang ingin kami dorong dan hadirkan di YPP," ujar Halprin, dikutip dari Yahoo Tech.

Sebaliknya, masalah muncul ketika kemampuan AI digunakan untuk memproduksi video dalam jumlah besar dengan format yang hampir sama. Menurut Halprin, teknologi yang sama dapat membantu kreator menghasilkan karya berkualitas, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat content farming.

Dengan demikian, kreator masih dapat memanfaatkan AI untuk riset, penyuntingan, pembuatan visual, suara maupun bagian lain dari produksi video.

3 Jenis Konten yang Berisiko Kehilangan Monetisasi

YouTube kini memberikan gambaran lebih jelas mengenai tiga kategori konten yang dapat membuat sebuah channel tidak memenuhi syarat mendapatkan penghasilan melalui YouTube Partner Program (YPP).

1. Konten Generik, Repetitif, dan Berbasis Template

Kategori pertama menyasar video yang dibuat menggunakan pola atau template yang sama secara berulang dengan sedikit variasi.

Contohnya adalah channel yang mengunggah puluhan hingga ratusan video dengan struktur identik, menggunakan visual generik, narasi sintetis, atau materi yang hanya sedikit diubah dari video sebelumnya. Konten seperti ini dapat dianggap tidak memberikan nilai orisinal yang cukup.

YouTube juga menyoroti tutorial yang hanya mengikuti tren tertentu kemudian mendorong pengguna membuat video dalam jumlah besar dengan format serupa. Halprin menyarankan kreator agar tidak mengejar model tersebut dan lebih berfokus pada kreativitas serta gagasan orisinal.

Artinya, menggunakan AI voice, AI image atau AI video tidak otomatis membuat konten melanggar aturan. Risiko justru meningkat ketika teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan konten massal yang dapat dipertukarkan satu sama lain tanpa perbedaan berarti.

2. Konten yang Mengganggu atau Memanipulasi Emosi

Kategori kedua adalah konten yang dianggap off-putting atau distressing, terutama video yang sengaja memanfaatkan penderitaan atau situasi emosional untuk mendapatkan klik dan penayangan.

Salah satu contoh yang diberikan YouTube adalah video yang memperlihatkan hewan dalam kondisi seolah-olah terancam atau mengalami kesulitan, kemudian seseorang muncul untuk menyelamatkannya. Jika format semacam ini menjadi pola utama sebuah channel, YouTube dapat menganggapnya sebagai konten manipulatif.

Yang menarik, aturan ini tidak hanya berlaku untuk video yang dibuat menggunakan AI. Channel dapat terkena dampak meskipun video tersebut dibuat sepenuhnya dengan kamera dan manusia, selama kontennya masuk kategori yang dianggap mengeksploitasi emosi penonton.

Halprin menjelaskan bahwa penilaian tersebut juga berkaitan dengan respons penonton terhadap jenis konten yang dianggap mengganggu.

3. AI Persona untuk Topik Sensitif

Kategori ketiga berkaitan langsung dengan penggunaan AI persona, yakni karakter atau representasi manusia yang dibuat menggunakan teknologi AI.

YouTube tidak melarang AI persona secara keseluruhan. Namun, platform memberikan perhatian khusus ketika karakter sintetis tersebut digunakan untuk membahas topik sensitif seperti kesehatan, medis, keuangan, dan persoalan hukum.

blank

Persoalannya adalah penonton dapat menganggap karakter tersebut sebagai sumber informasi yang benar-benar memiliki kompetensi atau otoritas, terutama jika dibuat sangat realistis.

Karena itu, kreator yang menggunakan avatar AI untuk memberikan informasi terkait keputusan kesehatan, keuangan, atau hukum perlu lebih berhati-hati agar kontennya tidak masuk kategori yang dianggap tidak layak mendapatkan monetisasi.

Aturan Ini Bukan Larangan Video AI di YouTube

Penjelasan terbaru YouTube penting karena muncul anggapan bahwa platform sedang melarang seluruh konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

Faktanya, YouTube justru menyatakan bahwa kebijakannya tidak bergantung pada teknologi yang digunakan untuk membuat video. Konten yang dibuat menggunakan AI tetap dapat masuk YPP apabila memiliki nilai kreatif, orisinalitas dan kualitas yang memadai.

YouTube sebelumnya juga telah memperingatkan mengenai meningkatnya AI slop. Pada Januari 2026, CEO YouTube Neal Mohan menyebut pengurangan konten slop dan pendeteksian deepfake sebagai salah satu prioritas platform pada 2026.

Fenomena tersebut semakin menjadi perhatian karena AI membuat produksi video dalam jumlah besar menjadi jauh lebih mudah. Sebuah laporan Kapwing yang dikutip Yahoo menemukan bahwa lebih dari 20 persen video yang ditampilkan YouTube kepada pengguna baru pada Desember 2025 merupakan AI slop.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *