TERBARU
Memuat berita terbaru...
Samsung Galaxy Watch Kini Bisa Ukur Tekanan Darah Pengguna
Galaxy Watch hadirkan fitur tekanan darah, namun butuh kalibrasi rutin dan bukan alat medis.

Kapsultekno.com - Samsung kembali memperluas fitur kesehatan pada lini smartwatch-nya. Melalui pembaruan terbaru, Samsung Galaxy Watch kini mendukung fitur pemantauan tekanan darah langsung dari pergelangan tangan pengguna.

Fitur ini tersedia untuk sejumlah model mulai dari Galaxy Watch 4 hingga generasi terbaru, dan memanfaatkan sensor optik berbasis analisis gelombang denyut (pulse wave analysis) untuk memperkirakan tekanan darah pengguna.

Namun, di balik inovasi ini terdapat satu catatan penting yang wajib diperhatikan pengguna, menurut Trusted Reviews. Meski terdengar canggih, fitur ini tidak sepenuhnya mandiri, pengguna tetap harus melakukan kalibrasi menggunakan alat pengukur tekanan darah konvensional (cuff) secara berkala.

Baca Juga: Samsung Rilis Galaxy A57 5G dan A37 5G, Bawa Fitur AI Lebih Canggih

Laporan menyebutkan bahwa kalibrasi ini perlu dilakukan setiap sekitar 28 hari agar hasil pengukuran tetap akurat.

Artinya, smartwatch ini belum benar-benar menggantikan alat medis tradisional. Sebaliknya, ia berfungsi sebagai alat pemantauan tambahan yang membantu pengguna melihat tren tekanan darah dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Saingi TSMC, Samsung Bikin Chip Generasi Baru dengan Teknologi Fotonik Silikon

Dalam praktiknya, pengguna juga harus menggunakan aplikasi Samsung Health Monitor dan perangkat ponsel yang kompatibel untuk mengaktifkan fitur ini.

Bukan Alat Medis, Hanya untuk Pemantauan

Hal lain yang menjadi perhatian adalah status fitur ini. Samsung menegaskan bahwa pemantauan tekanan darah pada Galaxy Watch bukanlah alat diagnosis medis.

Teknologi ini dirancang sebagai fitur “wellness” atau kebugaran, bukan sebagai pengganti pemeriksaan medis profesional.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Series Bisa Kirim File ke iPhone via Quick Share

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa hasil pengukuran dari smartwatch masih belum seakurat alat medis standar, sehingga pengguna tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk diagnosis yang lebih akurat.

Meski begitu, fitur ini tetap dinilai sebagai langkah maju dalam teknologi wearable, terutama untuk membantu deteksi dini perubahan tekanan darah dan meningkatkan kesadaran kesehatan pengguna.

Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *