Kapsultekno.com - Pada tahun 2021, CEO OnePlus Pete Lau mengungkap bahwa OxygenOS dan ColorOS akan bergabung. Dalam hal ini integrasi codebase benar-benar terealisasi, tetapi penamaan kedua antarmuka tetap dipertahankan untuk masing-masing merek.
Seperti diketahui, Oppo, OnePlus, dan Realme memiliki sejarah berada dalam ekosistem BBK Electronics, perusahaan multinasional asal Tiongkok. Bahkan, beberapa merek ponsel yang disebutkan ini dikabarkan masih berbagi sejumlah sumber daya, termasuk riset dan pengembangan (R&D), manufaktur, serta rantai pasok.
Tidak mengherankan apabila perusahaan akan menyatukan antarmuka (user interface) demi alasan efisiensi atau mengurangi biaya riset dan pengembangan (R&D).
Terkini, berdasarkan laporan SmartPrix dan diberitakan GSMArena, mengutip sumber internal mengungkap bahwa OPPO dikabarkan tengah menyiapkan perubahan besar pada strategi perangkat lunaknya.

Menurut laporan terbaru, perusahaan berencana menghentikan pengembangan OxygenOS dan Realme UI, lalu menyatukannya ke dalam ColorOS sebagai antarmuka utama untuk seluruh ekosistemnya. Hingga saat ini, OPPO belum memberikan konfirmasi kabar ini secara resmi.
Jika benar terealisasi, langkah tersebut akan mengakhiri keberadaan tiga antarmuka Android berbeda yang selama ini digunakan oleh OPPO, OnePlus, dan Realme.
Tujuan Menekan Biaya Pengembangan
Laporan menyebutkan salah satu alasan utama di balik keputusan ini adalah efisiensi riset dan pengembangan (R&D). Dengan hanya mengembangkan satu platform perangkat lunak, OPPO dapat mempercepat distribusi pembaruan sistem, meningkatkan stabilitas, sekaligus mengurangi biaya pemeliharaan software.
Strategi tersebut juga memungkinkan pengembangan fitur baru dilakukan secara seragam di seluruh lini perangkat dalam grup OPPO.
Apabila rumor ini menjadi kenyataan, perangkat OnePlus dan realme generasi mendatang kemungkinan akan menggunakan ColorOS secara global tanpa lagi membawa identitas OxygenOS maupun Realme UI.

Bagi pengguna perangkat yang sudah beredar saat ini, belum ada informasi resmi mengenai apakah seluruh model lama akan beralih ke ColorOS atau tetap memperoleh pembaruan dengan nama antarmuka yang ada. Detail mengenai jadwal migrasi maupun dukungan perangkat juga masih belum diungkap.
OnePlus dan Realme Disebut Fokus ke Pasar Tertentu
Laporan yang sama juga menyebut OnePlus akan lebih memusatkan bisnisnya di India dan China, sementara Realme dikabarkan akan mengurangi fokus di pasar China dan lebih mengutamakan ekspansi internasional.
Selain itu, layanan purna jual OnePlus di India disebut telah diintegrasikan dengan jaringan servis OPPO sebagai bagian dari konsolidasi bisnis yang lebih luas. Namun, informasi tersebut juga masih berasal dari sumber internal dan belum dikonfirmasi langsung oleh perusahaan.
Sekadar informasi, ColorOS adalah antarmuka berbasis Android yang dikembangkan oleh OPPO. Sistem operasi ini pertama kali diperkenalkan pada 2013 dan kini digunakan di hampir seluruh smartphone OPPO, mulai dari seri A, Reno, hingga Find.
Beberapa keunggulan ColorOS antara lain optimalisasi animasi, manajemen memori, dan penggunaan CPU melalui teknologi seperti Trinity Engine dan AI System Booster agar multitasking serta perpindahan aplikasi terasa lancar.
Versi terbaru ColorOS menghadirkan AI untuk menghapus objek pada foto, meningkatkan ketajaman gambar, merangkum rekaman suara, membantu menulis teks, hingga meningkatkan produktivitas pengguna. Selain itu, pengguna dapat mengubah tema, ikon, wallpaper, font, Always-on Display (AOD), hingga animasi sesuai preferensi.
Terkait keamanan, ColorOS juga menyediakan kontrol izin aplikasi, penyembunyian notifikasi saat ada orang lain melihat layar hingga enkripsi data.