Kapsultekno.com - Samsung telah mengumumkan kehadiran Galaxy A08 di Indonesia pada September 2026. Smartphone yang menyasar segmentasi entry-level ini tampil dengan banderol harga yang cukup terjangkau, yakni Rp2,9 Jutaan di Indonesia.
Kapsul Tekno telah menjajal ponsel tersebut selama beberapa hari dan mencoba langsung seperti apa pengalaman penggunaan smartphone yang didukung sistem operasi Android 17 dan antarmuka One UI 9 itu. Berikut ini ulasan mengenai desain, fitur hingga sasaran siapa pengguna yang cocok memakai smartphone ini.
Desain Bodi Premium dengan Layar 6,7 Inci
Galaxy A08 yang kebetulan digunakan oleh kami ialah model RAM 4GB/64GB (Green). Tampilan bodi belakang terlihat premium dengan warna hijau metalik. Jika dilihat dari bawah sinar lampu, terdapat ilusi garis-garis cahaya vertikal dan horizontal, membuatnya terkesan mewah untuk ponsel di bawah Rp5 jutaan.
Pada bagian punggung, terdapat modul kamera di kiri atas dengan dua buah kamera dan satu LED flash. Sedangkan bagian depan perangkat menampilkan layar 6,7 inci yang terlihat cukup luas dengan kamera selfie berada pada notch Infinity-U di bagian tengah atas.

Masih pada bagian depan, kesan premium seketika lenyap ketika melihat bezel layar yang cukup tebal. Bisa dimaklumi ukuran bezel tersebut mengingat kelas ponsel ini berada di segmen entry-level. Terutama di bagian bawah, ponsel ini punya ketebalan bezel yang lebih dominan ketimbang bagian bezel sisi layar yang lain.
Pada bagian sisi kiri, terdapat tombol power plus sensor sidik jari dan tombol volume naik dan turun. Sementara di bagian sisi kanan, terdapat lubang SIM tray, mendukung dua buah kartu nano-SIM dan satu kartu microSD.
Pada bagian bawah terdapat speaker, port USB Type C untuk pengisian daya baterai dan jack audio 3.5mm. Samsung menyematkan fitur port jack audio tersebut, memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk mendengarkan audio via earphone kabel standar walaupun dalam paket pembelian sudah dilengkapi earphone bawaan yang mendukung USB Type C.
Ketika digenggam, ponsel ini cukup terasa bulky dengan berat 197 gram dan ketebalan 8,0 mm. Ukuran perangkat terlihat semakin jumbo ketika memakai softcase atau pelindung bodi ponsel bawaan.
Buat pengguna yang tidak terlalu memperdulikan ukuran bodi dan ketebalan perangkat, Galaxy A08 sudah cukup mumpuni untuk penggunaan ponsel jangka panjang. Samsung menawarkan hingga enam generasi pembaruan OS dan enam tahun pembaruan keamanan, meski seri ponsel ini tidak mendukung jaringan 5G (hanya mentok di 4G LTE) dan tidak pula fitur NFC.
Deretan Fitur AI hingga Tahan Air Berkat Sertifikasi IP64
Samsung menghadirkan aplikasi bawaan seperti Google Gemini dan Perplexity untuk menunjang berbagai pekerjaan kreatif maupun akses informasi cepat. Tidak hanya itu, dukungan terhadap fitur AI lainnya juga dibuktikan lewat Circle to Search.
Fitur Circle to Search memungkinkan pengguna menandai sebuah objek secara manual dari sebuah gambar, kemudian sistem akan menampilkan pencarian yang berhubungan dengan objek yang dipilih oleh pengguna.

Fitur-fitur menarik lainnya termasuk ketahanan terhadap cipratan air dan debu berkat sertifikasi IP64. Dengan demikian, saat dibawa bepergian, Galaxy A08 tetap aman misalkan terkena gerimis kecil atau terkena tumpahan air minum secara tidak sengaja.
Hanya saja, sertifikasi IP64 bukan berarti ponsel memiliki ketahanan terhadap air dalam semua kondisi. Pada keadaan yang lebih menyiksa seperti tercebur ke dalam air, dipakai saat berenang, atau terkena air keran bertekanan tinggi, hal ini sebaiknya dihindari.
FItur yang tidak kalah menarik ialah kapasitas baterai 6.000 mAh. Perangkat yang didukung fitur pengisian daya cepat 25W itu mampu mencapai indikator baterai 100 persen (full) dari status 37 persen dalam durasi kurang dari 1 jam.
Berdasarkan pengalaman kami juga, menonton video YouTube atau podcast selama sekitar 40 menit baterai hanya berkurang sebanyak 4 persen saja. Hal ini menunjukkan ketahanan baterai cukup dapat diandalkan, begitu juga untuk aktivitas lain termasuk bermain game.
Untuk ponsel kelas budget friendly, Samsung tetap menghadirkan fitur keamanan berkat Samsung Knox Vault pada Galaxy A08. Ini merupakan sistem keamanan berbasis perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai "brankas baja" digital di dalam ponsel.
Dengan fitur keamanan ini, data penting seperti PIN, kata sandi, sidik jari, hingga aplikasi perbankan diklaim tetap aman dan tidak dapat ditembus meskipun ponsel sedang diserang oleh malware atau peretas.
Performa Gaming dan Multitasking
Samsung Galaxy A08 mengadopsi MediaTek Helio G99+ yang ditujukan untuk perangkat entry-level hingga mid-range. Selain itu, ponsel ini memakai RAM LPDDR5 (4GB) yang mendorong kinerja smartphone seoptimal mungkin untuk penggunaan sehari-hari.
Untuk kebutuhan ringan seperti chatting, browsing, media sosial dan game sederhana, Galaxy A08 sudah cukup dapat diandalkan untuk menjalankan berbagai aplikasi yang diunduh via Google Play Store.

Bermain game online seperti Mobile Legends pun masih dapat dijalankan dengan baik. Tidak ditemukan kendala lag yang parah atau pun masalah overheating selama penggunaan secara wajar.
Catatan kami pada saat banyak aplikasi yang dibuka secara bersamaan, perpindahan dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya memang terasa sedikit tersendat, namun masih terbilang bukan suatu masalah yang serius.
Tampilan layar pada saat bermain game mobile juga cukup baik, di mana perangkat responsif dalam permainan taktis dan mengandalkan kecepatan walaupun dukungan hanya mentok di refresh rate 90Hz.
Editing video pendek via Capcut juga dapat dilakukan pada smartphone ini. Untuk video kurang dari satu menit untuk konten Reels maupun TikTok, tidak ada kendala yang signifikan pada saat proses editing.
Hanya saja, kamera Galaxy A08 tidak didukung dengan fitur OIS (Optical Image Stabilization) sehingga pengguna disarankan merekam video dalam posisi diam atau tidak bergerak atau berjalan serta menggunakan alat seperti tripod untuk hasil yang lebih baik.

Bedasarkan pengujian aplikasi benchmark AnTuTu, skor menunjukkan Galaxy A08 meraih 647.657. Secara peringkat skor, Galaxy A08 jauh berada di bawah Galaxy A36 di level skor sekitar 930 ribuan. Perbedaan ini dirasa wajar karena konfigurasi chipset dan kapasitas memori yang berbeda.
Sedangkan pada pengujian dengan Geekbench 7, skor Galaxy A08 memperlihatkan angka 677 untuk single-core dan 2133 untuk multi-core. Perlu diingat, skor benchmark mengukur seberapa kuat kinerja CPU maupun GPU, namun pengalaman pengguna secara keseluruhan tetap utama selama smartphone bisa dipakai untuk menunjang berbagai kebutuhan sehari-hari.
Hasil Foto Tajam Walau Tanpa Lensa Ultrawide
Samsung Galaxy A08 dibekali kamera utama 50 MP (wide) dan Sensor Depth 2 MP untuk menunjang efek bokeh dalam mode Portrait. Sedangkan kamera depan memakai Sensor 8 MP yang cukup baik untuk mendukung kebutuhan panggilan video (video call) dan swafoto.
Berdasarkan pengalaman, hasil foto menunjukkan kualitas prima baik dalam kondisi pencahayaan tinggi (siang) maupun ketika malam hari (low light). Hasil foto zoom juga tetap baik di rentang 1x-2x, sedangkan di rentang 4x hingga 10x terjadi penurunan detail gambar.

Gunakan mode portrait untuk menghasilkan efek kedalaman untuk objek tunggal. Sedangkan mode foto biasa dapat digunakan untuk situasi pemotretan yang lebih umum. Samsung pun menyediakan beragam fitur atau mode tambahan seperti mode Pro, Malam, Makanan, Panorama hingga beberapa mode video seperti gerakan lambat dan hyperlapse.
Tidak adanya fitur ultrawide membuat pengguna harus mengatur posisi (menjauh sedikit dari objek) saat mengabadikan gambar untuk dapat memasukkan semua objek foto dalam satu frame. Kendati demikian, foto dapat terlihat cukup tajam dan detail berkat fitur HDR yang dapat diaktifkan.

Tanpa dukungan fitur telefoto dan makro, Galaxy A08 cukup dapat diandalkan untuk kebutuhan fotografi sederhana. Kamu bisa mengamati beberapa hasil tangkapan foto dari kamera Galaxy A08 dan menilai sendiri kualitas gambar dari smartphone tersebut.
Kesimpulan
Galaxy A08 menjadi pilihan terbaik untuk pengguna yang sekadar memakai ponsel untuk keperluan komunikasi, hiburan hingga pekerjaan ringan. Bodinya yang cukup bongsor dengan layar 6,7 inci terasa umum untuk kategori smartphone entry level hingga mid-range.
Daya tarik yang patut di-highlight ada pada daya tahan baterai berkat kapasitas 6.000 mAh dan fitur pengisian daya cepat 25 watt, jaminan pembaruan software hingga 6 tahun, integrasi fitur AI (Circle to Search with Google) serta kemampuan kamera utama yang cukup oke untuk menangkap gambar dengan tajam di kelas ponsel Rp3 jutaan.
Selain itu, Samsung menyediakan kelengkapan yang menarik pada paket pembelian seperti hadirnya earphone kabel berbasis USB Type C, adaptor dan kabel data USB Type C, softcase atau clear case serta kartu perdana AXIS.

Kami menilai Galaxy A08 cocok untuk para pengguna mobile maupun generasi muda seperti pelajar atau mahasiswa yang butuh smartphone dengan baterai kapasitas besar untuk menunjang kebutuhan belajar atau akses informasi secara intens.
Untuk pengguna yang ingin menikmati hiburan seperti bermain game ringan dan menonton film atau podcast berdurasi panjang, Galaxy A08 dengan teknologi layar PLS LCD ini masih dapat diandalkan dengan earphone kabel bawaan apabila dirasa kualitas speaker ponsel terasa biasa-biasa saja (fitur mono speaker).
Galaxy A08 tersedia dengan memori RAM 4GB, pengguna hanya bisa memilih opsi storage internal tertinggi di 128GB dengan harga Rp3.599.000. Selisih sekitar Rp600 ribu untuk opsi storage yang lebih rendah (4GB/64GB pada harga Rp2.999.000).
Keputusan untuk memilih konfigurasi RAM dan storage disesuaikan lagi dengan kebutuhan pengguna, meski Samsung telah menyediakan satu slot kartu microSD untuk kapasitas penyimpanan yang bisa diperluas.