Kapsultekno.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin mendorong perubahan di berbagai sektor industri. Namun, penerapannya tidak hanya membutuhkan teknologi canggih, tetapi juga dukungan infrastruktur digital, regulasi yang jelas serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi memadai.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam acara Lintas Teknologi Solutions Day 2026 yang diselenggarakan PT Lintas Teknologi Indonesia pada 31 Oktober 2026 di Royale Jakarta Golf Club, Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Mengusung tema “AI Is Ready. Are You Part of It?”, acara ini mempertemukan perwakilan pemerintah, operator telekomunikasi, perusahaan teknologi, dan pelaku industri digital untuk membahas kesiapan Indonesia dalam memanfaatkan AI secara bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut sekaligus menandai perjalanan 25 tahun PT Lintas Teknologi Indonesia dalam menghadirkan solusi integrasi teknologi bagi berbagai kebutuhan industri.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem AI Indonesia
Dalam forum tersebut, Lintas Teknologi menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan perkembangan AI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Muhamad Paisol, President Director PT Lintas Teknologi Indonesia, mengatakan bahwa perusahaan memiliki peran sebagai penghubung berbagai kapabilitas teknologi dengan kebutuhan industri.
“Sebagai system integrator, Lintas Teknologi Indonesia (LTI) mengambil peran untuk mengorkestrasi berbagai kapabilitas teknologi dan menghubungkannya dengan kebutuhan industri. Bagi kami, teknologi harus lebih dari sekadar inovasi, teknologi perlu diintegrasikan menjadi solusi yang relevan, dapat diterapkan, dan menghasilkan dampak nyata bagi pelanggan maupun masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, operator, principal, dan mitra ekosistem, kami ingin memastikan kesiapan AI dapat diterjemahkan menjadi nilai tambah dan dampak nyata bagi Indonesia," kata Muhamad Paisol.
Menurutnya, penerapan AI tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan teknologi. Diperlukan keselarasan antara kebijakan pemerintah, infrastruktur digital, kebutuhan industri, dan kemampuan talenta agar teknologi tersebut bisa digunakan secara tepat guna.
Pemerintah Soroti Infrastruktur dan Pemanfaatan AI
Sejumlah pejabat pemerintah turut hadir sebagai pembicara dalam konferensi utama, termasuk Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hon.) Dr. Fadli Zon, M.Sc., serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, M.Sc., M.B.A.
Nezar Patria menyoroti pentingnya infrastruktur telekomunikasi sebagai fondasi pengembangan ekosistem AI. Pasalnya, pertukaran data, komputasi cloud, hingga pengembangan aplikasi berbasis AI membutuhkan jaringan internet yang andal.

Karena itu, Indonesia perlu memperluas jaringan broadband, meningkatkan kualitas konektivitas, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah dan industri. Regulasi juga perlu disiapkan agar inovasi AI tetap berkembang tanpa mengabaikan keamanan dan ketahanan digital.
Sementara itu, Fadli Zon mengingatkan bahwa perkembangan AI akan membawa perubahan terhadap pola hidup, interaksi manusia, hingga ekspresi budaya. Ia mendorong penerapan konsep human-centered AI, yakni pendekatan pengembangan teknologi yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.
AI juga dinilai memiliki potensi untuk membantu mengoptimalkan kekayaan budaya Indonesia melalui digitalisasi, pengembangan konten budaya, dan pemanfaatan kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) sebagai peluang pertumbuhan ekonomi budaya.
Hadirkan Pameran Teknologi dari Perusahaan Global
Selain konferensi, Lintas Teknologi Solutions Day 2026 menghadirkan Technology Exhibition dan Customer Showcase yang menampilkan berbagai kapabilitas teknologi. Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi antara lain Nokia, ZTE, Cohesity, AWS, HPE, Qualcomm, TrendAI, Arista, dan Xfusion.
Sementara itu, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart turut tercantum dalam agenda customer showcase untuk memperlihatkan kapabilitas AI di industri telekomunikasi.
Pembahasan dalam sesi industri juga menyoroti pentingnya kualitas data, kompetensi talenta, serta pemilihan kasus penggunaan atau use case yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pelanggan.
Dengan pendekatan tersebut, penerapan AI diharapkan tidak berhenti sebagai demonstrasi teknologi, tetapi dapat diintegrasikan menjadi solusi praktis untuk menjawab tantangan industri.
Lintas Teknologi Jalin Kerja Sama dengan Ambit dan VoteeAI
Momentum Solutions Day 2026 juga dimanfaatkan untuk menandatangani dua kerja sama strategis yang melibatkan PT Lintas Teknologi Indonesia. Kerja sama pertama dilakukan bersama Ambit Geospatial Solution. Penandatanganan dilakukan oleh Muhamad Paisol selaku President Director PT Lintas Teknologi Indonesia dan Eric C. P. Yau, Co-Founder & CEO Ambit Geospatial Solution.

Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan infrastruktur AI yang aman (secure AI infrastructure), penerapan Geospatial AI (GeoAI) untuk perencanaan kota pintar atau smart city, serta peningkatan kemampuan talenta digital lokal. Kerjasama kedua dilakukan bersama VoteeAI melalui penandatanganan oleh Muhamad Paisol dan Pak-Sun Ting selaku Co-Founder & CEO VoteeAI.
Kolaborasi tersebut berfokus pada pengembangan talenta dan ekosistem inovasi AI di Indonesia melalui edukasi komunitas, demonstrasi produk, peningkatan kemampuan internal, serta eksplorasi penerapan AI di sektor telekomunikasi.
Tandai 25 Tahun Perjalanan Lintas Teknologi Indonesia
Penyelenggaraan acara ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 25 tahun perjalanan PT Lintas Teknologi Indonesia dengan semangat “25 Years of Architecting Communications, Creating Opportunities.”
Sebagai bagian dari Lintas Investama Group, perusahaan tersebut bergerak di bidang integrasi sistem dan solusi teknologi dengan fokus utama pada industri telekomunikasi. Selain konferensi dan pameran teknologi, rangkaian kegiatan juga mencakup Fun Run 5K dan 10K serta Golf Tournament untuk mempertemukan komunitas teknologi dan pelaku industri.