Advertise here · www.kapsultekno.com
Aptoide Games Bakal Tersedia di Google Play, Pengguna Android Punya Toko Aplikasi Alternatif
Aptoide Games resmi hadir di Google Play AS, membuka babak baru persaingan toko aplikasi Android.

Kapsultekno.com – Aptoide Games telah mengantongi izin beredar di Google Play Store di Amerika Serikat. Kehadiran toko aplikasi game pihak ketiga ini menjadi perkembangan penting dalam persaingan distribusi aplikasi di ekosistem Android.

Aptoide mengumumkan pada 10 Agustus 2026 bahwa Aptoide Games telah disetujui untuk didistribusikan melalui Google Play di AS melalui program baru bernama Play Catalog Access. Langkah tersebut sekaligus menandai kembalinya Aptoide ke Google Play setelah lebih dari satu dekade.

Sebelumnya, pengguna Android yang ingin memasang Aptoide harus mengunduh aplikasi tersebut dari situs resmi Aptoide dan memasangnya secara manual. Proses ini biasanya mengharuskan pengguna mengaktifkan izin instalasi dari sumber yang tidak dikenal.

Kini, setidaknya bagi pengguna Android di AS, Aptoide Games dapat ditemukan melalui Google Play sehingga proses untuk mendapatkan toko aplikasi alternatif menjadi jauh lebih mudah.

Aptoide Games bukan sekadar aplikasi game biasa. Platform ini merupakan toko aplikasi mandiri yang secara khusus berfokus pada game mobile Android, memungkinkan pengguna menemukan, mengunduh, serta mengelola berbagai game dalam ekosistem Aptoide.

blank
(Foto: Aptoide)

Menurut Aptoide, kehadiran platform tersebut di Google Play menjadi tonggak penting karena pengguna Android di AS untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun dapat menemukan dan memasang toko aplikasi independen langsung dari Google Play.

Aptoide sendiri mengklaim memiliki sekitar 25 juta pengguna aktif bulanan dan menyediakan akses ke lebih dari 400.000 aplikasi Android. Amerika Serikat disebut sebagai pasar terbesar perusahaan tersebut.

Kehadiran Aptoide Games juga berpotensi membuka jalan bagi toko aplikasi alternatif lainnya untuk masuk ke Google Play, sehingga distribusi aplikasi Android tidak lagi sepenuhnya bergantung pada satu kanal utama.

Kembalinya Aptoide Setelah Lebih dari 10 Tahun

Kehadiran Aptoide di Google Play kali ini memiliki latar belakang yang cukup panjang. Aptoide sebelumnya pernah mendistribusikan toko aplikasinya melalui Google Play pada masa awal Android sekitar tahun 2009.

Namun, kebijakan Google kemudian membuat toko aplikasi yang bersaing dengan Google Play tidak lagi dapat didistribusikan melalui platform tersebut. Setelah lebih dari satu dekade, Aptoide kini kembali melalui kerangka baru yang secara khusus memungkinkan keberadaan marketplace pihak ketiga.

Perubahan tersebut tidak terlepas dari perkembangan persaingan bisnis aplikasi Android dan perkara hukum antara Epic Games dan Google. Gugatan tersebut menyoroti sejumlah praktik Google terkait distribusi aplikasi dan persaingan di ekosistem Android.

Google kemudian memperkenalkan Play Catalog Access, yang memungkinkan toko aplikasi pihak ketiga yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan infrastruktur Google Play sekaligus tetap beroperasi sebagai marketplace independen.

CEO Aptoide: Pengguna Kini Mendapat Lebih Banyak Pilihan

CEO sekaligus Co-Founder Aptoide, Paulo Trezentos, menyebut kembalinya perusahaan ke Google Play bukan sekadar peluncuran produk baru.

"Ini lebih dari sekadar peluncuran produk. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, pengguna Android kehilangan kemampuan untuk menemukan toko aplikasi alternatif melalui Google Play. Hari ini, itu berubah. Pengguna mendapatkan lebih banyak pilihan, pengembang mendapatkan peluang distribusi tambahan, dan Android menjadi ekosistem yang lebih terbuka dan kompetitif," ujar Paulo.

Menurutnya, perubahan ini memberikan lebih banyak pilihan kepada pengguna sekaligus membuka saluran distribusi tambahan bagi pengembang aplikasi dan game.

Sementara itu, Álvaro Pinto, Chief Operating Officer Aptoide, menilai persaingan dapat mendorong inovasi di industri aplikasi. "Persaingan mendorong inovasi. Pengembang harus memiliki banyak cara untuk menjangkau pengguna, dan pengguna harus memiliki kebebasan sejati untuk memilih tempat mereka menemukan aplikasi," kata Álvaro.

Ia mengatakan, membuat toko aplikasi independen dapat diakses melalui Google Play adalah langkah penting menuju ekosistem Android yang lebih sehat.

Aptoide mengatakan pihaknya telah berinvestasi dalam teknologi keamanan selama bertahun-tahun, termasuk deteksi malware, validasi aplikasi, verifikasi pengembang, serta sistem berbasis machine learning untuk mendeteksi aplikasi yang berpotensi berbahaya.

Belum Tersedia untuk Pengguna Indonesia

Meski menjadi kabar besar bagi ekosistem Android, pengguna Indonesia belum otomatis bisa mendapatkan Aptoide Games melalui Google Play.

Distribusi yang diumumkan Aptoide saat ini secara spesifik ditujukan untuk Google Play di Amerika Serikat. Oleh karena itu, pengguna di Indonesia masih perlu menggunakan metode distribusi yang tersedia jika ingin memasang Aptoide.

Aptoide sendiri masih menyediakan metode instalasi melalui situs resminya. Pengguna Android dapat mengunduh aplikasi Aptoide dari situs tersebut, meskipun proses instalasi dari luar Google Play dapat memunculkan peringatan Google Play Protect.

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *