TERBARU
Memuat berita terbaru...
iPhone 18 Pro Bawa Peningkatan Kamera Utama dan Adopsi Chipset A20 Pro?
Bocoran terbaru mengungkap modul kamera iPhone 18 Pro bakal lebih tebal untuk mendukung peningkatan kamera utama.

Kapsultekno.com - Apple dikabarkan tengah menyiapkan peningkatan signifikan pada sektor kamera untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Bocoran terbaru menyebut kedua ponsel premium tersebut akan hadir dengan modul kamera belakang yang lebih tebal dibandingkan generasi sebelumnya.

Dikutip dari PhoneArena, meski terlihat sebagai perubahan kecil dari sisi desain, modul kamera belakang yang lebih tebal ini diyakini menjadi indikasi hadirnya sistem kamera yang jauh lebih mumpuni.

Informasi tersebut berasal dari pembocor teknologi asal China, Fixed Focus Digital, yang mengklaim Apple akan menggunakan modul kamera utama berukuran lebih besar pada seri iPhone 18 Pro. Hal ini mengindikasikan tonjolan kamera (camera bump) dan ukuran lensa diperkirakan ikut membesar dibandingkan iPhone 17 Pro.

Laporan PhoneArena menyebut perubahan tersebut bukan sekadar soal estetika. Modul kamera yang lebih besar diyakini diperlukan untuk mengakomodasi sensor kamera utama baru sekaligus mekanisme teknologi variable aperture atau bukaan lensa yang dapat berubah secara otomatis.

Beberapa brand ponsel Android sudah mengusung teknologi variable aperture, sebut saja Honor Magic6 Pro, Xiaomi 14 Ultra dan Huawei P60 Pro, di mana ponsel-ponsel ini telah diluncurkan sekitar 2-3 tahun lalu.

Teknologi variable aperture memungkinkan kamera menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk sesuai kondisi pemotretan sehingga hasil foto di berbagai situasi pencahayaan menjadi lebih optimal.

Jika rumor ini benar, iPhone 18 Pro akan menjadi iPhone pertama yang mengusung kamera utama dengan bukaan variabel. Selama ini Apple masih menggunakan bukaan tetap pada kamera utama, sehingga kehadiran fitur tersebut berpotensi meningkatkan kualitas foto malam hari, efek bokeh alami, hingga fleksibilitas saat memotret di lingkungan dengan cahaya terang maupun redup.

Selain peningkatan kamera, berbagai bocoran lain juga menyebut iPhone 18 Pro akan ditenagai chipset A20 Pro berbasis proses manufaktur 2 nanometer dari TSMC. Chip tersebut diperkirakan menawarkan peningkatan performa sekaligus efisiensi daya dibandingkan generasi sebelumnya. Rumor lain juga mengarah pada penggunaan layar LTPO generasi baru, baterai yang lebih besar, serta dukungan Apple Intelligence yang semakin matang.

Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih sebatas rumor dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Apple. Jika mengikuti pola peluncuran sebelumnya, perusahaan asal Cupertino itu diperkirakan akan memperkenalkan jajaran iPhone 18 pada September 2026.

September mendatang juga diharapkan menjadi waktu pengumuman iPhone pertama Apple dengan fitur layar lipat atau yang disebut dengan iPhone Ultra. Sekalipun diumumkan pada September tahun ini, ada kemungkinan iPhone Ultra mengalami keterlambatan unit yang beredar di pasaran.

Laporan dari sumber rantai pasok menyebut iPhone Ultra dijadwalkan diumumkan pada September 2026 bersama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Hanya saja, laporan terbaru memperkirakan iPhone 18 Pro akan lebih dulu tersedia di toko segera setelah acara September, sementara iPhone Ultra kemungkinan baru bisa dibeli beberapa pekan setelahnya, bahkan ada sumber yang menyebut pengiriman bisa mundur hingga Desember 2026.

iPhone Ultra kabarnya akan hadir dengan desain lipat model buku yang menggunakan panel OLED lipat berukuran 7,8 inci dari Samsung Display sebagai layar utama, dilengkapi layar sekunder 5,5 inci di bagian luar.

iPhone Ultra diperkirakan dibekali chip Apple A20 serta modem generasi terbaru C2, menjadikannya salah satu perangkat dengan performa tertinggi yang pernah dibuat Apple. Berbeda dengan lini iPhone premium saat ini yang menggunakan Face ID, iPhone Ultra akan kembali mengandalkan sensor sidik jari Touch ID yang terintegrasi pada tombol daya.

Dilengkapi fitur-fitur canggih, iPhone Ultra diperkirakan dibanderol dengan harga sekitar 2.000 hingga 2.500 dolar AS atau hampir mencapai Rp45 juta (asumsi Rp17.900 per 1 dollar AS).

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *