Kapsultekno.com -China menjadi salah satu negara yang mendorong pengembangan robot humanoid. Bukan hanya sekadar tontonan hiburan melalui event World Humanoid Robot Games pada Agustus 2025, China ingin robot humanoid untuk digunakan di rumah hingga kebutuhan industri, termasuk pabrik.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah memanfaatkan ajang kompetisi robot, dari lomba lari setengah maraton hingga World Humanoid Robot Games yang menjadi ajang pengujian kemampuan fisik dan AIhumanoid.
Kompetisi semacam ini memungkinkan produsen mengukur kecepatan, keseimbangan, koordinasi tim, serta pengambilan keputusan dalam kondisi dinamis yang menyerupai kehidupan nyata.

Acara seperti World Humanoid Robot Games yang pertama kali digelar di Beijing pada tahun lalu mempertemukan lebih dari 500 robot dari puluhan negara dalam 26 cabang lomba, termasuk sepak bola, lari, dan tantangan manipulasi objek.
Baca Juga: Elon Musk Punya Ambisi Robot Humanoid, China Kebut Produksi Massal
Uji kemampuan ini menjadi tolok ukur teknologi robot yang kemudian dapat diaplikasikan pada produk komersial yang lebih stabil dan mendukung beragam fungsi untuk membantu pekerjaan manusia.
Robot Humanoid Bakal Meluncur untuk Publik
Beberapa perusahaan humanoid di China kini menetapkan target untuk menjual robot yang tidak hanya ‘showpiece’ teknologi, tetapi juga produk konsumen yang berguna di rumah, kantor, dan sektor layanan.
Humanoid dengan kemampuan fisik dan sensorik semakin murah dan dapat melakukan tugas seperti asisten pribadi, pendamping olahraga, hingga instruktur interaktif, dikutip dari website CCTV News.
Baca Juga: 5 Isu Penting yang Meliputi Pesatnya Perkembangan Teknologi Kecerdasan Buatan
Sebagai contoh, perusahaan robot asal Negeri Tirai Bambu, Unitree Robotics, berdasarkan laporan Reuters, perusahaan ini telah mengirim lebih dari 5.500 unit humanoid pada 2025 dan humanoid kini menyumbang lebih dari separuh pendapatan perusahaan.

Robot humanoid buatan produsen asal China juga mulai dijual secara komersial, meski belum sepenuhnya ditujukan sebagai “asisten rumah tangga lengkap” seperti di film sci-fi. Beberapa model yang sudah tersedia antara lain:
Unitree Robotics G1
Selain memiliki dimensi yang lebih ringkas dibanding humanoid industri pada umumnya, G1 juga dibekali aktuator dengan tingkat kelincahan tinggi sehingga mampu melakukan gerakan kompleks seperti naik tangga, berjongkok, hingga menjaga stabilitas saat menerima dorongan. Robot ini dirancang untuk mendukung pengembangan AI embodied intelligence, yakni kecerdasan buatan yang dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan fisik secara real-time.
Unitree juga membuka akses pengembangan software dan kontrol robot untuk komunitas developer serta peneliti. Karena harganya relatif lebih terjangkau dibanding robot humanoid premium lainnya, G1 mulai banyak dilirik universitas, laboratorium AI, hingga perusahaan teknologi yang ingin menguji otomatisasi berbasis humanoid tanpa biaya pengembangan terlalu besar.
UBTECH Robotics Walker S2
Walker S2 dikembangkan dengan fokus pada efisiensi industri modern, terutama untuk mendukung otomatisasi pabrik pintar atau smart factory. Robot ini mampu melakukan tugas berulang seperti membawa komponen, inspeksi area produksi, hingga membantu proses perakitan dengan tingkat presisi tinggi. UBTECH juga menanamkan kemampuan navigasi otonom berbasis AI dan sensor 3D agar robot dapat bergerak aman di lingkungan kerja yang dinamis.
Beberapa produsen otomotif di China mulai menguji implementasi Walker series untuk membantu mengurangi beban kerja manusia di lini produksi. Kehadiran robot humanoid seperti Walker S2 dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengatasi tantangan kekurangan tenaga kerja di sektor manufaktur dan logistik.
Xiaomi CyberOne
CyberOne menjadi salah satu proyek ambisius Xiaomi dalam menggabungkan teknologi robotika, AI, dan ekosistem smart home miliknya. Robot humanoid ini dibekali kemampuan mengenali suara, emosi manusia, hingga gestur tubuh sehingga dapat berinteraksi lebih natural dengan pengguna. Xiaomi juga mengembangkan sistem visual 3D dan teknologi pemetaan ruang agar CyberOne mampu memahami lingkungan sekitarnya secara lebih akurat.
Pengembangan CyberOne juga memperlihatkan langkah Xiaomi untuk masuk lebih serius ke industri embodied AI yang kini mulai menjadi fokus banyak perusahaan teknologi global. Dengan dukungan ekosistem perangkat pintar Xiaomi yang luas, robot humanoid ini berpotensi digunakan sebagai asisten rumah pintar, pusat kontrol IoT, hingga platform eksperimen AI generatif di masa depan.