Kapsultekno.com – CEO Apple, John Ternus mengungkap bahwa generasi awal ponsel layar lipat atau foldable phone dari produsen lain sebagai "murahan" dan kualitasnya buruk. Hal ini disampaikan Ternus dalam wawancara bersama majalah TIME yang dikutip 9to5Mac pada 15 Oktober 2026.
John Ternus secara terbuka menyebut ponsel lipat generasi awal itu “kind of cheap and crappy”. Pernyataan tersebut muncul ketika Ternus membahas perjalanan pengembangan iPhone Duo, ponsel layar lipat pertama Apple yang membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum akhirnya diperkenalkan ke pasar.
Menurutnya, Apple tidak ingin sekadar mengikuti tren ponsel lipat yang sudah lebih dahulu dikembangkan oleh perusahaan lain. Perusahaan ingin menghadirkan perangkat dengan kualitas material, desain, dan pengalaman penggunaan yang sesuai dengan standar produknya.
Apple Sudah Mengembangkan Teknologi Ponsel Lipat Sejak 2011
Ketertarikan Apple terhadap perangkat layar lipat ternyata sudah dimulai jauh sebelum kategori smartphone tersebut populer. Ternus mengungkapkan bahwa pada 2011, dirinya bersama lima insinyur Apple lainnya telah mengajukan permohonan paten terkait perangkat elektronik lipat.
Saat itu, mereka mulai mengeksplorasi kemungkinan penggunaan layar fleksibel, termasuk kebutuhan baterai dan papan sirkuit yang dapat diterapkan pada perangkat dengan desain tersebut.

“Rasanya jelas bahwa kami akhirnya akan sampai ke tempat di mana tampilan OLED akan fleksibel,” kata John Ternus dalam wawancaranya dengan TIME. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Apple sudah memperkirakan teknologi layar OLED fleksibel akan berkembang dan memungkinkan terciptanya perangkat dengan desain lipat.
Meskipun memiliki ketertarikan sejak awal, Apple tidak terburu-buru meluncurkan produknya. Perusahaan memilih menunggu hingga teknologi dan material yang dibutuhkan dianggap mampu memberikan pengalaman penggunaan lebih baik.
Pengguna Keluhkan Layar iPhone Duo Alami Garis Hijau
Pernyataan John Ternus yang menyebut smartphone lipat kompetitor murahan dan berkualitas rendah diucapkan saat wawancara bersama majalah TIME atau setelah Apple memperkenalkan iPhone Duo pada September 2026, di mana perangkat terbaru ini dijual resmi pada 23 Oktober 2026.
Pasca komentarnya tentang foldable phone besutan brand lain, kini iPhone Duo dilaporkan mengalami masalah pada layar perangkat. Berdasarkan laporan Fox News pada 29 Oktober 2026, beberapa pengguna menemukan garis hijau atau garis-garis terang pada layar setelah membuka dan menutup perangkat hanya beberapa kali.

Bahkan, ada pengguna yang mengaku mengalami kerusakan sebelum proses pengaturan awal ponsel selesai. Salah satu pemilik iPhone Duo dengan akun Reddit u/leftyhyzer16 mengatakan layar perangkatnya mengalami keretakan setelah beberapa kali dibuka dan ditutup.
Pengguna lain, u/Midnight_Slump, melaporkan layar mengalami kerusakan dalam waktu kurang dari enam jam setelah digunakan. Sementara itu, pengguna bernama u/chimchambam mengaku perangkatnya mengalami masalah serupa hanya dalam waktu sekitar tiga jam.
Keluhan tersebut memperlihatkan bahwa sebagian kerusakan muncul dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, belum ada data resmi mengenai jumlah keseluruhan perangkat yang terdampak.
Apple Akui Masalah Layar iPhone Duo
Menanggapi laporan tersebut, Apple akhirnya mengonfirmasi adanya gangguan pada layar internal iPhone Duo pada 26 Oktober 2026. Dalam pernyataan yang disampaikan kepada sejumlah media, Apple mengatakan, "Kami menyadari adanya masalah yang berdampak pada tampilan dalam pada sejumlah kecil unit iPhone Duo".
Apple mengetahui adanya masalah yang memengaruhi layar internal pada sejumlah kecil unit iPhone Duo. Perusahaan juga meminta pelanggan yang mengalami gangguan layar untuk menghubungi AppleCare guna mendapatkan perangkat pengganti.
iPhone Duo Dikritik soal Desain Layar dan Mekanisme Engsel
iPhone Duo yang merupakan ponsel lipat pertama Apple mendapat kritik terkait desain layar dan mekanisme engselnya. Mihai Matei, Senior Editor SamMobile, menilai Apple terlalu percaya diri dengan pendekatan pengembangannya sendiri sehingga kurang memanfaatkan pengalaman produsen lain, terutama Samsung, yang telah lebih dahulu mengembangkan teknologi ponsel lipat sejak 2019.

Salah satu sorotan adalah desain pelindung debu pada engsel iPhone Duo yang dinilai masih menyisakan celah ketika perangkat berada dalam posisi setengah terlipat. Selain itu, sejumlah pengguna dilaporkan mengalami masalah layar, seperti retakan di area lipatan, perubahan warna, hingga munculnya garis hitam.
Kini, Apple justru menghadapi tantangan membuktikan kualitas produk lipat pertamanya. Pengalaman Samsung menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya membutuhkan teknologi baru, tetapi juga kemampuan belajar dari kesalahan dan menyempurnakan produk.
iPhone Duo di Indonesia dijual mulai dari Rp 45.678.910 untuk varian penyimpanan 256 GB, sedangkan untuk kapasitas yang lebih besar dibanderol seharga Rp 51.999.000 untuk varian 512 GB, Rp 61.999.000 untuk varian 1 TB, dan mencapai Rp 75.999.000 untuk varian tertinggi dengan kapasitas 2 TB.