Kapsultekno.com – Teknologi kamera dengan aperture variabel bukanlah inovasi baru di industri smartphone. Sejumlah produsen Android telah lebih dahulu menghadirkan fitur ini untuk memberikan kontrol pencahayaan yang lebih fleksibel, mulai dari Samsung Galaxy S9 hingga Xiaomi 14 Ultra dan Honor Magic6 Pro.
Fitur tersebut kembali menjadi perhatian setelah Apple menghadirkan kamera dengan aperture variabel pada iPhone 18 Pro. Teknologi ini memungkinkan bukaan lensa berubah sesuai kondisi pencahayaan dan kebutuhan fotografi, sehingga pengguna memiliki kendali lebih besar terhadap hasil foto.
Mengutip laporan BGR yang ditulis José Adorno pada 2 Oktober 2026, berikut lima smartphone Android yang lebih dahulu menggunakan teknologi kamera tersebut.
Samsung Galaxy S9
Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9+ menjadi pelopor penggunaan aperture variabel pada smartphone ketika diperkenalkan pada 2018. Kamera utamanya menggunakan sensor 12 MP dengan dua pilihan bukaan, yakni f/1.5 dan f/2.4.
Bukaan f/1.5 memungkinkan lebih banyak cahaya masuk saat memotret di kondisi minim cahaya. Sementara itu, bukaan f/2.4 dapat digunakan ketika pencahayaan lebih terang.

Samsung juga membekali perangkat ini dengan fitur Super Slow-mo hingga 960 frame per detik. Samsung kemudian mempertahankan teknologi tersebut pada sejumlah perangkat berikutnya, termasuk Galaxy S10.
Namun, perusahaan akhirnya meninggalkannya karena pertimbangan biaya dan kompleksitas perangkat keras.
Sony Xperia Pro-I
Sony Xperia Pro-I meluncur pada 2021 dengan kamera utama 12 MP berukuran sensor 1 inci dan aperture yang dapat berubah dari f/2.0 hingga f/4.0. Sony mengembangkan perangkat ini bersama ZEISS untuk menyasar pengguna yang mengutamakan fotografi.
Smartphone tersebut juga dilengkapi layar OLED HDR 4K berukuran 6,5 inci dengan refresh rate 120 Hz, chipset Snapdragon 888, RAM 12 GB, serta penyimpanan internal 512 GB.
Selain kamera utama, Xperia Pro-I memiliki kamera telefoto 12 MP dengan zoom optik 2x dan kamera ultrawide 12 MP. Meski menawarkan fitur fotografi yang cukup lengkap, Sony tidak melanjutkan pendekatan aperture variabel pada generasi penerusnya.
Huawei Mate 50 Pro
Huawei Mate 50 Pro diperkenalkan pada 2022 dengan teknologi Ultra Aperture XMAGE Camera. Kamera utamanya menggunakan sensor 50 MP dengan aperture yang dapat diatur dalam 10 tingkat, mulai dari f/1.4 hingga bukaan yang lebih kecil.

Bukaan f/1.4 membantu kamera menangkap lebih banyak cahaya untuk fotografi malam. Pengguna juga dapat menyesuaikan bukaan untuk memperoleh karakter kedalaman bidang yang berbeda sesuai kebutuhan pemotretan.
Perangkat ini turut dibekali kamera telefoto periskop 64 MP dengan zoom optik 3,5x dan kamera ultrawide 13 MP. Huawei kemudian melanjutkan pengembangan teknologi serupa pada sejumlah model Pura dan Nova.
Xiaomi 14 Ultra
Xiaomi menghadirkan aperture variabel melalui Xiaomi 13 Ultra pada 2023, kemudian menyempurnakannya pada Xiaomi 14 Ultra yang dirilis pada 2024.
Xiaomi 14 Ultra menggunakan mekanisme aperture variabel tanpa tahapan tetap dengan diafragma 10 bilah. Teknologi ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam menyesuaikan cahaya yang masuk ke sensor kamera utama 50 MP berukuran 1 inci.
Smartphone tersebut juga memiliki tiga kamera tambahan 50 MP, termasuk kamera telefoto dan periskop. Namun, Xiaomi kembali menggunakan aperture tetap f/1.63 pada Xiaomi 15 Ultra.
Pendekatan ini membantu menyederhanakan modul kamera, mengurangi ketebalan, dan menghindari kompleksitas mekanisme tambahan.
Honor Magic6 Pro
Honor Magic6 Pro hadir pada 2024 dengan kamera utama 50 MP yang memiliki aperture variabel f/1.4 hingga f/2.0. Perangkat ini menggabungkan kemampuan fotografi dengan fitur berbasis kecerdasan buatan melalui MagicOS 8.0.
Kamera lainnya mencakup telefoto 180 MP dengan zoom optik 2,5x dan zoom digital hingga 100x, serta kamera ultrawide 50 MP. Honor juga menyematkan layar OLED 6,8 inci dengan refresh rate 120 Hz, chipset Snapdragon 8 Gen 3, dan baterai 5.600 mAh.
Honor termasuk produsen yang masih mempertahankan teknologi tersebut pada perangkat penerusnya, termasuk Magic7 Pro.
Cara Kerja Aperture Variabel pada Kamera Smartphone
Aperture merupakan bukaan pada lensa yang mengatur jumlah cahaya menuju sensor kamera. Angka f yang lebih kecil menunjukkan bukaan lebih lebar, sedangkan angka f yang lebih besar menunjukkan bukaan lebih sempit.
Bukaan lebar membantu pemotretan dalam kondisi gelap dan dapat menghasilkan latar belakang lebih buram. Sebaliknya, bukaan sempit dapat membantu mempertahankan ketajaman lebih banyak bagian gambar, terutama saat memotret beberapa orang sekaligus.
Meski menawarkan fleksibilitas tambahan, aperture variabel membutuhkan mekanisme fisik yang lebih kompleks. Karena itu, sebagian produsen memilih mengembangkan sensor yang lebih canggih, pemrosesan gambar berbasis perangkat lunak, atau sistem zoom optik sebagai alternatif.