Kapsultekno.com- Tesla mengevaluasi performa salah satu produknya, Cybertruck, setelah angka penjualan pada 2025 menunjukkan hasil yang jauh di bawah ekspektasi. Menurut data Cox Automotive yang dirilis baru-baru ini, Tesla hanya menjual sedikitnya 20.237 unit Cybertruck di AS sepanjang 2025.
Angka tersebut mencerminkan selisih besar dibandingkan target CEO Elon Musk yang semula memproyeksikan penjualan mencapai 250.000 unit per tahun, dikutip dari Techloy.
Dengan demikian, Cybertruck hanya mencapai sekitar 8% dari target ambisius yang pernah diumumkan Musk, memperlihatkan kontras tajam antara harapan dan realita pasar.
Penurunan penjualan ini juga menunjukkan bahwa antusiasme awal yang sempat menghasilkan lebih dari satu juta reservasi tidak cukup kuat untuk mempertahankan minat konsumen dalam jangka panjang.
Harga dan Kualitas Jadi Faktor Melemahnya Permintaan
Salah satu faktor yang disebut sebagai penyebab turunnya minat pembeli adalah perubahan pricing sejak pertama kali diumumkan. Ketika pertama kali dipresentasikan, Cybertruck dijanjikan memiliki harga awal sekitar USD40.000 atau sekitar Rp673 juta, namun ketika mulai dikirim ke pelanggan, harga pembukaannya hampir dua kali lipat lebih tinggi.
Baca Juga: Elon Musk: Tesla Bakal Setop Penjualan Full Self-Driving, Fokus Langganan Bulanan
Hal tersebut membuat banyak calon pembeli berpikir ulang, terutama di tengah tren pasar EV yang semakin kompetitif.
Masalah kualitas juga menjadi sorotan, sejak peluncuran kendaraan ini menghadapi beberapa recall untuk memperbaiki komponen seperti pedal akselerator dan bagian eksterior yang seharusnya tidak mengalami kegagalan pada kendaraan seharga sekitar USD80.000 tersebut.
Baca Juga: Grok AI Jadi Sorotan Pemerintah Inggris soal Deepfake, Ini Tanggapan Elon Musk
Kepercayaan konsumen pun tergerus ketika ketidakkonsistenan kualitas tersebut mulai terlihat. Desain futuristik Cybertruck, meskipun menarik perhatian publik, justru membawa tantangan tambahan seperti laporan tentang vandalisme.
