Kapsultekno.com - NVIDIA dikabarkan akan menghentikan produksi GeForce RTX 5090 dan mengalihkan pasokan chip GB202 untuk kartu grafis profesional yang menyasar pasar kecerdasan buatan (AI).
Kabar ini dilaporkan TechSpot pada 12 Oktober 2026, berdasarkan informasi dari sejumlah pembocor industri teknologi. Jika benar, keputusan tersebut dapat memengaruhi ketersediaan kartu grafis gaming kelas atas sekaligus memperlihatkan semakin besarnya prioritas pasar AI bagi NVIDIA.
Menurut laporan TechSpot, pembocor teknologi MEGAsizeGPU menyebut NVIDIA tidak lagi akan menggunakan chip GB202 untuk memproduksi GeForce RTX 5090 baru. Pasokan chip tersebut dikabarkan bakal dialihkan secara eksklusif untuk produk RTX Pro berbasis arsitektur Blackwell.
Informasi serupa juga disampaikan pembocor lain yang dikenal dengan nama Hongxing2020. Laporan tersebut disebut bersumber dari pemberitahuan pabrik yang dikirim NVIDIA kepada mitra manufakturnya.

Namun, informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh NVIDIA. Karena itu, kabar mengenai penghentian produksi RTX 5090 masih dianggap sebatas rumor, bukan keputusan final yang telah diumumkan perusahaan.
Laporan tersebut juga menyebut varian RTX 5090D yang ditujukan untuk pasar China turut terdampak oleh dugaan perubahan produksi tersebut.
Mengapa NVIDIA Memprioritaskan Chip AI?
Salah satu alasan yang diduga melatarbelakangi perubahan strategi ini adalah potensi keuntungan dari pasar komputasi profesional dan AI. GPU untuk pusat data, server AI, serta workstation profesional memiliki kebutuhan berbeda dari kartu grafis konsumen dan dapat dijual dengan harga jauh lebih tinggi.
Chip GPU yang sama-sama berasal dari keluarga Blackwell dapat digunakan dalam berbagai produk dengan konfigurasi dan sasaran pasar berbeda. Dengan mengalokasikan pasokan untuk produk profesional, NVIDIA berpotensi memaksimalkan nilai bisnis dari kapasitas produksi semikonduktor yang tersedia.
Di sisi lain, GeForce RTX 5090 tetap menjadi produk unggulan untuk gaming berperforma tinggi. NVIDIA merilis kartu grafis ini pada Januari 2025 dengan GPU GB202 dan memosisikannya untuk pengguna yang membutuhkan performa grafis ekstrem.
Apabila pasokan chip GB202 benar-benar dialihkan, konsumen berpotensi menghadapi pilihan yang semakin terbatas di segmen kartu grafis gaming premium.
Rumor lain yang menyertai kabar tersebut adalah kemungkinan hadirnya GeForce RTX 5080 dengan kapasitas memori video (VRAM) 24GB. Model ini disebut berpotensi menjadi kartu grafis konsumen kelas atas berikutnya jika RTX 5090 benar-benar dihentikan.
Kapasitas VRAM yang lebih besar dapat membantu menangani sejumlah beban kerja grafis dan aplikasi tertentu. Meski demikian, kapasitas memori saja tidak cukup untuk menentukan performa keseluruhan sebuah GPU. Spesifikasi inti, bandwidth memori, konsumsi daya, dan harga juga akan menjadi faktor penting.
Hingga laporan TechSpot diterbitkan, NVIDIA belum memberikan konfirmasi maupun bantahan resmi terkait dugaan penghentian produksi RTX 5090 dan rencana RTX 5080 24GB tersebut.
