Kapsultekno.com - iPhone 18 Pro Max membawa sejumlah peningkatan penting dibandingkan generasi sebelumnya, mulai dari chip A20 Pro, sistem pendingin vapor chamber yang lebih besar hingga peningkatan daya tahan baterai. Namun, ada satu perubahan yang mungkin terasa dalam penggunaan sehari-hari, yakni bobot perangkat kini mencapai 249 gram.
Angka tersebut membuat iPhone 18 Pro Max menjadi salah satu iPhone non-lipat terberat yang pernah dibuat Apple. Berdasarkan spesifikasi resmi Apple, perangkat ini memiliki bobot 249 gram dengan dimensi 163,4 x 78 x 8,75 mm.
iPhone 17 Pro Max memiliki bobot 233 gram. Artinya, iPhone 18 Pro Max bertambah 16 gram, meski dimensi fisiknya tetap sama. Perubahan ini juga membuatnya lebih berat dibandingkan iPhone 13 Pro Max dan iPhone 14 Pro Max yang masing-masing berbobot 240 gram.
Menariknya, kenaikan bobot tersebut tidak diikuti dengan bodi yang lebih tebal. Apple mempertahankan ketebalan 8,75 mm pada iPhone 18 Pro Max.

Sebagai perbandingan, iPhone 18 Pro memiliki bobot 211 gram, naik dari 206 gram pada iPhone 17 Pro. Dengan layar 6,9 inci, ukuran iPhone 18 Pro Max memang lebih besar, tetapi bobot 249 gram membuatnya cukup berat untuk penggunaan dalam waktu lama bagi sebagian pengguna.
Baterai dan Vapor Chamber Diduga Jadi Penyebab
Salah satu kemungkinan penyebab peningkatan bobot berasal dari komponen internal yang diperbesar. BGR melaporkan bahwa iPhone 18 Pro Max menggunakan baterai berkapasitas sekitar 5.567 mAh, dibandingkan 5.088 mAh pada iPhone 17 Pro Max.
Apple juga memperbesar sistem pendingin vapor chamber. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu membuang panas dari A20 Pro ketika perangkat menjalankan beban kerja berat.
Menurut BGR, analis perangkat Apple yang dikenal dengan akun X @L0vetodream mengaitkan kenaikan bobot terutama dengan baterai dan sistem vapor chamber. Ia juga membagikan foto komponen yang ditimbang, meski belum dapat dipastikan apakah komponen tersebut berasal dari iPhone 18 Pro atau 18 Pro Max.
Mulai Dikeluhkan dalam Penggunaan Harian
Bobot menjadi perhatian karena iPhone 18 Pro Max memiliki ukuran yang sama dengan pendahulunya. BGR mencatat sejumlah ulasan awal yang menyoroti berat perangkat.
CNET menyebut bobotnya dapat membuat pergelangan tangan lebih cepat lelah bagi sebagian pengguna. Sementara itu, Tom's Guide turut menyinggung desain yang lebih berat. 9to5Mac bahkan menilai tambahan bobot terasa ketika perangkat pertama kali digenggam.
Di sisi lain, pengalaman penggunaan tidak selalu sama. Dalam ulasan BGR, Connor Jewiss, reviewer BGR, mengatakan dirinya tidak merasakan perbedaan bobot ketika membandingkan iPhone 18 Pro Max dengan iPhone 17 Pro Max, terutama karena ukuran tangannya cukup besar.
Dengan demikian, bobot 249 gram bukan berarti otomatis menjadi masalah bagi semua pengguna. Dampaknya sangat bergantung pada kebiasaan menggenggam, penggunaan satu tangan dan durasi pemakaian.
Ada Kompensasi dari Baterai dan Sistem Pendinginan
Peningkatan bobot tersebut juga hadir bersamaan dengan sejumlah peningkatan teknis. Apple menggunakan A20 Pro berbasis proses 2 nm dan sistem vapor chamber yang lebih besar untuk membantu menjaga performa ketika perangkat bekerja dalam beban tinggi.
Apple juga mencatat peningkatan daya tahan baterai pada iPhone 18 Pro Max. Model ini menjadi perangkat yang mengutamakan layar besar, performa tinggi dan ketahanan baterai, meski konsekuensinya adalah bobot yang lebih tinggi.
Bagi pengguna yang mengutamakan perangkat ringan, angka 249 gram patut diperhatikan sebelum membeli. Sementara bagi pengguna yang lebih mementingkan layar besar, performa, kamera dan daya tahan baterai, tambahan bobot tersebut menjadi bagian dari kompromi desain iPhone 18 Pro Max.
