☕ Support Us
Advertise here · www.kapsultekno.com
Komdigi Masukkan Telegram dan Pinterest sebagai Platform Berisiko Tinggi bagi Anak
Komdigi menetapkan 22 layanan digital berisiko tinggi bagi anak, termasuk Telegram dan Pinterest, dalam penerapan PP Tunas.

Kapsultekno.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan sejumlah platform digital, termasuk Telegram dan Pinterest, sebagai layanan dengan profil risiko tinggi bagi anak. Penetapan ini merupakan bagian dari penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menjelaskan bahwa platform dengan profil risiko tinggi tidak boleh memberikan akses kepada akun anak di bawah usia 16 tahun.

"Profil risiko tinggi berarti dilarang memberikan akses kepada akun anak di bawah 16 tahun atau tidak aman bagi anak," kata Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Klasifikasi tersebut tidak berarti seluruh fitur atau aktivitas di sebuah platform otomatis berbahaya. Pemerintah menggunakan profil risiko untuk menentukan seberapa ketat perlindungan yang perlu diterapkan oleh penyelenggara sistem elektronik (PSE).

Menurut Meutya, setiap layanan digital mempunyai tingkat risiko yang berbeda terhadap anak sehingga kewajiban perlindungannya juga perlu disesuaikan. "Semakin tinggi risikonya tentu semakin kuat langkah perlindungan yang harus diterapkan oleh PSE," ujarnya, mengutip Antaranews.

22 Platform Masuk Kategori Risiko Tinggi

Hingga 6 September 2026, sebanyak 252 produk, fitur, dan layanan (PLF) dari 94 PSE telah menyelesaikan penilaian mandiri atau self-assessment. Dari jumlah tersebut, Komdigi telah memverifikasi profil risiko untuk 60 PLF.

Hasilnya, 38 PLF masuk kategori risiko rendah, sedangkan 22 PLF dikategorikan berisiko tinggi terhadap anak. Selain Telegram dan Pinterest, daftar risiko tinggi mencakup sejumlah layanan populer, seperti Lazada, Blibli, BMoney, Vidio, Hago App, SnackVideo, X, Sola Mahjong, Goddess of Victory: NIKKE, Age of Empires Mobile, Valorant, Teamfight Tactics Mobile, Apple Podcasts, WeTV, MAXStream TV, Discord, YouTube, Ludo World–Ludo Superstar, dan Crossfire: Legends.

Sementara itu, sejumlah layanan ditetapkan berprofil risiko rendah atau dapat digunakan anak dengan pendampingan orang tua. Daftar tersebut antara lain Google Classroom, Canva Pendidikan, Ruangguru, Google Maps, Google Search, YouTube Kids, Google Play, PlayStation, Apple Music, Spotify, Netflix Kids Profile, FaceTime, Gmail, Google Messages, serta Gemini.

PSE Masih Diberi Waktu hingga Akhir 2026

Komdigi masih memberikan kesempatan kepada PSE yang belum menyelesaikan self-assessment untuk memenuhi kewajiban tersebut hingga 31 Desember 2026.

Pemerintah tidak hanya menunggu laporan dari platform. Jika PSE tidak melakukan penilaian mandiri sampai batas waktu yang ditentukan, Komdigi dapat menetapkan sendiri profil risiko layanan tersebut.

“Jika (PSE) tidak juga melakukan self-assessment (penilaian mandiri), maka pemerintah dapat memutuskan sendiri profil risiko dari masing-masing platform tersebut,” tegas Meutya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak di ruang digital. Dalam evaluasi enam bulan penerapan PP Tunas, Komdigi juga melaporkan bahwa sekitar 28 juta akun anak telah terlindungi, sementara kepatuhan sejumlah platform terhadap aturan perlindungan anak terus meningkat.

Bagi orang tua, daftar profil risiko ini dapat menjadi pertimbangan tambahan dalam menentukan layanan digital yang digunakan anak. Namun, pendampingan tetap penting karena keamanan anak di internet tidak hanya bergantung pada satu platform, tetapi juga pada kebiasaan penggunaan, pengaturan akun, serta kemampuan anak mengenali konten dan interaksi yang berisiko.

Bagikan artikel ini:
Jika artikel ini bermanfaat bagi Anda, dukung Kapsul Tekno agar kami dapat terus menghadirkan informasi teknologi yang relevan dan bermanfaat untuk pembaca. Klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *