Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
149 Juta Data Pribadi Pengguna Gmail, Instagram hingga Netflix Bocor
Peneliti keamanan ungkap kebocoran data milik 149 juta pengguna yang mencakup aplikasi populer seperti Gmail, Instagram hingga Netflix.

Kapsultekno.com- Insiden kebocoran data kembali mengejutkan pengguna digital di seluruh dunia. Peneliti keamanan siber menemukan database yang terekspos sebanyak 149 juta kombinasi email, username, dan password untuk berbagai aplikasi dan layanan populer, termasuk Gmail, Instagram, Netflix dan lainnya.

Temuan ini menunjukkan risiko serius bagi keamanan akun digital pengguna di berbagai platform online. Menurut laporan awal yang dikutip dari PhoneArena, 48 juta kredensial berasal dari Gmail, sedangkan 17 juta terkait Facebook dan 420 ribu berasal dari platform kripto Binance.

Pencurian informasi ini belum diketahui siapa pelakunya atau berapa lama database itu terekspos sebelum ditemukan.

Dampak Luas terhadap Layanan Digital

Database yang terekspos tersebut tidak hanya berisi akun-akun media sosial, tetapi juga kredensial untuk layanan email, streaming, hingga finansial yang artinya hampir setiap jenis akun online bisa menjadi sasaran.

Pengguna layanan seperti Yahoo, Outlook, iCloud, TikTok, dan OnlyFans termasuk dalam data yang terungkap dalam jumlah jutaan catatan. Para pakar keamanan memperingatkan bahwa dengan kombinasi email dan password yang lengkap, pelaku kejahatan siber dapat mencoba masuk ke akun-akun lain dengan teknik credential stuffing, menggunakan data curian untuk mengakses akun yang sama di layanan lain.

blank

Baca Juga: ByteDance Tak Lagi Kuasai TikTok di AS, Pertahankan Saham 19,9%

“Data yang bocor mencakup nama pengguna dan kata sandi yang dikumpulkan dari para korban di seluruh dunia, mencakup berbagai layanan daring yang umum digunakan dan hampir semua jenis akun yang dapat dibayangkan," kata Security Analyst Jeremiah Fowler, yang menemukan database tersebut.

Pernyataan Fowler menegaskan bahwa data yang bocor bukan hanya milik satu jenis layanan saja, tetapi hampir mencakup “segala jenis akun yang umum digunakan di seluruh dunia.”

Pakar menyarankan agar pengguna segera mempertimbangkan langkah-langkah pengamanan seperti, mengubah password secara berkala, terutama jika sama dengan yang pernah dipakai pada layanan yang bocor.

Baca Juga: WhatsApp Uji Fitur Berbagi Riwayat Chat dengan Anggota Grup Baru

Selain itu, mengaktifkan two-factor authentication (2FA) di semua layanan dan tidak menggunakan kata sandi yang sama di berbagai platform. Langkah-langkah ini bisa membantu mengurangi risiko kompromi akun meskipun data login sudah bocor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top