Kapsultekno.com - Apple ternyata sempat menyiapkan nama berbeda untuk headset realitas campuran (mixed reality) yang kini dikenal sebagai Apple Vision Pro. Selama masa pengembangan, Apple hampir menamakan headset premium mereka dengan nama Reality Pro.
Kabar ini muncul setelah kolektor prototipe dan pembocor informasi yang dikenal dengan nama Kosutami mengungkap jejak kode internal yang berkaitan dengan perangkat tersebut. Ia menemukan string "realityprorealityosdev", yang menjadi petunjuk bahwa istilah Reality Pro pernah digunakan dalam tahap awal pengembangan headset Apple.
Menurut Kosutami, Apple Vision Pro pada awal pengembangannya memang menggunakan nama Reality Pro. Temuan tersebut berasal dari string internal "realityprorealityosdev" yang dibagikannya melalui X.
Meski informasi ini menjadi perhatian pada Agustus 2026, nama Reality Pro sebenarnya sudah beberapa kali muncul dalam laporan mengenai proyek headset Apple sebelum perangkat tersebut diperkenalkan secara resmi.
Pada September 2022, Mark Gurman dari Bloomberg melaporkan bahwa headset pertama Apple kemungkinan akan menggunakan nama Apple Reality Pro. Sebelumnya, pada Agustus di tahun yang sama, sejumlah permohonan merek dagang untuk Reality One, Reality Pro, dan Reality Processor juga terungkap.
Pengajuan tersebut dilakukan melalui perusahaan yang tampaknya digunakan sebagai pihak perantara. Strategi semacam ini memungkinkan Apple mengamankan nama produk tanpa secara langsung mengungkap identitas perusahaan di balik pengajuan tersebut.
Jejak RealityOS Juga Sudah Muncul Sebelum Vision Pro
Selain nama perangkat, Apple sebelumnya juga dikaitkan dengan istilah realityOS untuk sistem operasi headset tersebut. Permohonan merek dagang realityOS tercatat sejak Desember 2021 melalui perusahaan bernama Realityo Systems LLC. Pada periode yang sama, pengembang juga menemukan sejumlah referensi realityOS di perangkat lunak Apple dan sistem pengunggahan aplikasi.
Seiring perkembangan proyek, Apple kembali dikaitkan dengan sejumlah nama lain, termasuk xrOS, xrProOS, realityproOS, dan realOS. Perubahan istilah tersebut menunjukkan bahwa penamaan platform headset Apple mengalami beberapa tahap sebelum perusahaan menentukan identitas finalnya.
Pada akhirnya, Apple meninggalkan branding Reality untuk produk konsumennya. Ketika diperkenalkan di WWDC 2023, perangkat tersebut secara resmi disebut Apple Vision Pro, sedangkan sistem operasinya menggunakan nama visionOS.
Mengapa Nama Vision Pro Lebih Menarik?
Perubahan dari Reality Pro menjadi Vision Pro juga mencerminkan cara Apple memposisikan perangkat tersebut.

Apple tidak memasarkan Vision Pro sekadar sebagai headset virtual reality atau augmented reality. Perusahaan menyebutnya sebagai spatial computer, atau komputer spasial, karena perangkat ini dirancang untuk menempatkan aplikasi dan konten digital ke dalam ruang di sekitar pengguna.
Vision Pro menggunakan kamera dan sensor untuk memetakan lingkungan fisik. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menampilkan elemen digital yang dapat berinteraksi dengan lingkungan pengguna. Apple juga mengandalkan pelacakan mata dan gerakan tangan sebagai metode utama navigasi.
Pendekatan ini membuat nama Vision Pro lebih selaras dengan konsep komputasi spasial yang ingin dibangun Apple dibandingkan nama Reality Pro yang secara langsung mengarah pada teknologi realitas campuran.
Saat ini, Apple masih mempertahankan berbagai aset merek yang menggunakan nama Reality. Menurut laporan MacRumors, Apple dilaporkan masih memiliki hak merek dagang untuk Reality Pro dan Reality One. Aset tersebut bahkan berpotensi berguna apabila Apple menghadapi kendala penggunaan merek Vision Pro di pasar tertentu.
Vision Pro Meluncur dengan Harga Premium
Apple memperkenalkan Vision Pro pada WWDC 2023 dan mulai menjualnya di Amerika Serikat pada Februari 2024 dengan harga awal USD3.499.
Perangkat tersebut menjadi produk baru yang sangat berbeda dari lini iPhone, iPad, atau Mac karena menggabungkan layar micro-OLED beresolusi tinggi, kamera, sensor, pelacakan mata, pelacakan tangan, serta chip Apple Silicon untuk menjalankan pengalaman komputasi spasial.
Apple kemudian memperbarui Vision Pro dengan chip M5 pada 2025. Berdasarkan informasi terbaru MacRumors, model tersebut kini dibanderol mulai USD3.699, setelah harga mengalami kenaikan pada Juni 2026.
Vision Pro juga terus mendapatkan dukungan perangkat lunak. Apple menyediakan visionOS sebagai platform untuk aplikasi spasial dan mengembangkan RealityKit serta Reality Composer Pro bagi pengembang yang ingin membuat pengalaman 3D dan spatial computing.
Masa Depan Vision Pro Mulai Dipertanyakan
Menariknya, kemunculan kembali nama Reality Pro terjadi ketika masa depan lini Vision Pro sedang menjadi sorotan.
Apple dilaporkan baru-baru ini melakukan pengurangan tenaga kerja pada tim yang menangani Vision Pro. Lebih dari 200 posisi di berbagai tim yang berkaitan dengan Vision Pro, Siri, dan perangkat lunak disebut terdampak, sementara pengembangan visionOS tetap berlanjut.
Perusahaan juga dikabarkan mengurangi prioritas pada sejumlah proyek immersive video dan gaming untuk Vision Pro. Fokus Apple mulai bergeser ke perangkat yang lebih ringan dan praktis, khususnya kategori smart glasses.
Perubahan strategi tersebut cukup penting karena Vision Pro sejak awal diposisikan sebagai perangkat komputasi generasi baru, tetapi harga tinggi, bobot perangkat, keterbatasan konten, serta kebutuhan untuk membawa baterai eksternal menjadi sejumlah tantangan dalam adopsinya.
Meski demikian, Apple belum sepenuhnya meninggalkan platform Vision. Perusahaan masih mengembangkan visionOS dan perangkat lunak terkait, sehingga teknologi yang dibangun melalui Vision Pro tetap berpotensi menjadi fondasi bagi produk wearable Apple berikutnya.