Kapsultekno.com - Apple resmi memasukkan iPhone X ke dalam daftar produk obsolete atau usang. Keputusan ini menandai berakhirnya dukungan perbaikan perangkat keras untuk salah satu iPhone paling ikonik yang pertama kali diperkenalkan pada 2017.
Kabar tersebut disoroti PhoneArena dalam artikel yang terbit pada 14 Agustus 2026. Dalam daftar Apple, iPhone X kini berada di antara sejumlah perangkat lama yang tidak lagi mendapatkan dukungan servis perangkat keras resmi.
Status obsolete bukan berarti iPhone X tiba-tiba tidak dapat digunakan. Pengguna masih bisa menyalakan perangkat, menjalankan aplikasi yang kompatibel, serta menggunakan berbagai fungsi yang tersedia di dalamnya.
Namun, status tersebut memiliki konsekuensi penting untuk urusan perbaikan. Apple menjelaskan bahwa sebuah produk masuk kategori obsolete setelah perusahaan berhenti mendistribusikannya untuk dijual selama lebih dari tujuh tahun. Untuk produk yang sudah berstatus obsolete, Apple menghentikan seluruh layanan perangkat keras dan penyedia servis tidak lagi dapat memesan komponen resmi untuk perangkat tersebut.
Dengan masuknya iPhone X ke daftar tersebut, pemilik yang mengalami kerusakan komponen seperti layar, baterai, kamera, atau bagian internal lainnya tidak lagi dapat mengandalkan ketersediaan suku cadang resmi Apple seperti sebelumnya.

Pilihan perbaikan kemudian lebih banyak bergantung pada ketersediaan komponen di pasar pihak ketiga atau teknisi independen.
Hampir Satu Dekade Setelah Debut
iPhone X diperkenalkan Apple pada September 2017 dan mulai dijual pada 3 November 2017. Perangkat tersebut hadir sebagai salah satu perubahan desain terbesar dalam sejarah iPhone.
Apple membanderol iPhone X mulai dari USD999 untuk model 64GB ketika pertama kali diluncurkan. Saat itu, harga tersebut menjadikannya salah satu iPhone termahal yang pernah ditawarkan Apple.
Meski demikian, iPhone X membawa sejumlah teknologi yang kemudian menjadi fondasi desain iPhone generasi berikutnya. Apple menghilangkan tombol Home fisik dan Touch ID, lalu menggantinya dengan sistem pengenalan wajah Face ID yang memanfaatkan kamera TrueDepth.
Perangkat ini juga memperkenalkan layar 5,8 inci Super Retina OLED dengan desain hampir tanpa bezel. Untuk pertama kalinya, Apple menggunakan panel OLED pada iPhone dan mengadopsi desain layar yang memenuhi sebagian besar permukaan depan perangkat.
Perubahan tersebut membuat iPhone X terlihat sangat berbeda dibandingkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus yang diluncurkan pada tahun yang sama.
Face ID Menjadi Salah Satu Warisan Terbesar
Salah satu perubahan paling signifikan yang dibawa iPhone X adalah Face ID. Sistem tersebut memungkinkan pengguna membuka perangkat, melakukan autentikasi, dan menggunakan layanan pembayaran dengan pemindaian wajah melalui kamera TrueDepth.
Pada saat peluncuran, Apple menyebut iPhone X sebagai awal dari era baru iPhone. Jony Ive, yang ketika itu menjabat Chief Design Officer Apple, mengatakan, "selama lebih dari satu dekade, tujuan kami adalah menciptakan iPhone yang sepenuhnya berupa layar. iPhone X adalah perwujudan dari visi tersebut".

Pernyataan tersebut disampaikan Jony Ive saat Apple memperkenalkan iPhone X pada September 2017.
Apple juga membekali iPhone X dengan chip A11 Bionic yang memiliki Neural Engine, kamera belakang ganda dengan optical image stabilization, pengisian daya nirkabel, serta bodi kaca dengan bingkai stainless steel.
Desain iPhone X Bertahan Bertahun-tahun
Dampak desain iPhone X tidak berhenti pada satu generasi. Konsep layar penuh, Face ID, sistem navigasi berbasis gesture, serta notch kemudian menjadi ciri khas berbagai model iPhone selama beberapa tahun.
Bahkan ketika Apple memperkenalkan iPhone XS dan XS Max pada 2018, perusahaan masih mempertahankan fondasi desain iPhone X. Apple menyebut kedua perangkat tersebut membawa desain all-screen yang dibangun dari konsep iPhone X, dengan layar Super Retina OLED berukuran 5,8 inci dan 6,5 inci.
Artinya, iPhone X bukan sekadar produk yang berumur panjang. Perangkat ini menjadi titik perubahan penting bagi bahasa desain iPhone modern.