Space Available (975x90)
Space Available (350x50)
Heboh AI Slop dan Urgensi Perpres Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan
AI slop sebagai konten berkualitas rendah hingga menengah, melibatkan video, gambar, audio, teks atau campuran yang dibuat dengan perangkat AI, seringkali tanpa memperhatikan akurasi.

Bayu juga mengungkapkan bahwa perusahaan yang mengembangkan AI juga harus memiliki etika. Misalnya, perusahaan harus menampilkan bahwa karya mereka dibuat oleh teknologi kecerdasan buatan.

Beny Maulana, Dosen Desain Media, Politeknik Tempo menambahkan bahwa etika AI perlu diperhatikan oleh para pengguna teknologi AI. Salah satu contoh pemanfaatan AI yang beretika ialah bijak dalam penggunaan data atau informasi pribadi.

Teknologi AI ini apabila proses kerjanya ialah dengan cara mengambil dan mempelajari data dari internet, namun tanpa meminta izin kepada pemilik data, maka ini juga dianggap sebuah pelanggaran.

blank

Baca Juga: Google Bakal Gantikan Layanan Assistant dengan Gemini AI

"Secara global, internet dan AI ini masih banyak problem yang terus berkembang, problem hukum, copyright, personal data dan sebagainya," kata Beny.

Oleh karena itu, pentingnya negara hadir dalam menjaga ruang digital agar tetap aman, meminimalisir munculnya misinformasi dan disinfomasi maupun hoaks melalui aturan yang kuat terkait pemanfaatan AI.

Sekadar informasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merangkumkan peta jalan penggunaan AI di Tanah Air. Pemerintah menargetkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait tata kelola AI rilis pada 2026.

Peta jalan pemanfaatan AI ini akan menjadi panduan pengembangan dan implementasi kecerdasan buatan pada banyak sektor di Indonesia.

Laman: 1 2

3 thoughts on “Heboh AI Slop dan Urgensi Perpres Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top