Kapsultekno.com- Pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, TECNO memperlihatkan sejumlah konsep inovatif dari perangkat ponsel yang berbeda dari perangkat smartphone konvensional. Salah satunya adalah ponsel modular yang memungkinkan pengguna menambahkan modul fungsional melalui koneksi magnetik.
Konsep ini dikenal sebagai Modular Magnetic Interconnection Technology. Alih-alih memasukkan semua fitur ke dalam satu bodi telepon, teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menempelkan modul tambahan seperti baterai eksternal, berbagai jenis lensa kamera, modul gaming, hingga power bank langsung pada bagian belakang perangkat secara magnetis.
Pendekatan ini juga mengambil inspirasi dari ide-ide modular yang sempat diperkenalkan merek lain sebelumnya, sebut saja Moto Mods atau Project Ara, namun dirancang lebih ramping dan adaptif.

Baca Juga: 7 Smartphone Baru yang Meluncur di Indonesia Selama Ramadan 2026
Teknologi Modular Membentuk Smartphone Sesuai Kebutuhan
Konsep ini menampilkan bodi perangkat yang tipis, dengan basis sekitar 4,9 mm, dan dilengkapi dengan area modular di bagian belakang yang dapat menampung berbagai aksesoris tambahan. Masing-masing modul dapat dipasangkan dengan presisi magnetik, tanpa perlu port tambahan atau kabel yang rumit.
Salah satu fitur menarik adalah kemampuan modul kamera profesional yang bisa menggunakan tampilan utama ponsel sebagai viewfinder dengan latensi sangat rendah. Ini membuka potensi perangkat sebagai alat kreatif untuk fotografi atau videografi.

Baca Juga: TECNO CAMON 50 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Fitur dan Harganya
Namun, meski disambut antusias, pakar mengatakan perangkat modular semacam ini tetap merupakan konsep eksperimental, dan belum jelas apakah akan benar-benar diproduksi secara massal di masa depan.
Ponsel Konsep Neon dan Warna Interaktif
Selain ponsel modular, TECNO juga memperkenalkan dua desain konsep lain yang mengejutkan, salah satunya adalah Pova Neon, yang menggunakan teknologi lampu neon nyata (“ionized inert gas lighting technology”) di bagian belakang perangkat untuk menghasilkan efek cahaya yang unik.
Konsep lain adalah perangkat dengan panel belakang AI EInk yang memungkinkan perubahan warna secara dinamis, bahkan perangkat bisa mencocokkan warna pakaian pengguna dengan sekali foto untuk menghasilkan tampilan yang serasi secara visual.
Baca Juga: TECNO Hadirkan 4 Smartwatch AI dan Laptop Baru MEGABOOK S14 di Indonesia
Kedua konsep ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda estetika, tetapi juga menunjukkan bagaimana produsen mencoba mengeksplorasi interaksi baru antara perangkat dan pengguna. Meski demikian, seperti halnya perangkat modular, ide ini masih berada di ranah konsep dan belum memiliki jadwal rilis resmi.