Kapsultekno.com- Alibaba Cloud, penyedia layanan komputasi awan (cloud) asal China menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung transformasi digital di Indonesia. Perusahaan baru-baru ini mengungkap kerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PosIND (Pos Indonesia Integrated National Distribution).
PosIND yang merupakan rebranding dari Pos Indonesia sejak 2023 ini telah menggunakan teknologi cloud dan kecerdasan buatan (AI) dari Alibaba Cloud. Tidak hanya PosIND, beberapa perusahaan lain seperti BULOG dan PT Agrinesia Raya juga mengandalkan teknologi cloud dan AI dari perusahaan asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Dalam pemaparan yang mengundang awak media di Jakarta pada Rabu (20/5/2026), Alibaba Cloud mengumumkan rencana peningkatan investasi di Indonesia selain memperluas kerja sama dengan perusahaan nasional.
Fokus utama perusahaan meliputi menghadirkan model AI terbaru, memperkuat ekosistem mitra lokal, serta memperluas program pengembangan talenta digital untuk mendukung kebutuhan industri yang semakin berkembang.

Baca Juga: ESET Hadirkan Cloud Workload Protection untuk Pengguna ESET PROTECT di Indonesia
“Seiring semakin banyaknya perusahaan di Indonesia yang mulai mengeksplorasi agentic AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka, Alibaba Cloud bangga dapat menjadi mitra transformasi terpercaya,” jelas Sean Yuan, Country Manager Alibaba Cloud untuk Indonesia.
“Komitmen kuat kami terhadap pasar Indonesia dibangun melalui teknologi terdepan, kemitraan lokal yang berdampak, serta pengembangan talenta digital di berbagai wilayah. Kami tidak hanya menghadirkan kapabilitas cloud dan AI unggulan ke Indonesia, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam ekosistem lokal agar setiap industri dapat berinovasi secara aman dan dalam skala besar," jelasnya.
Baca Juga: Microsoft Dukung Implementasi AI dan Cloud di Sektor Keuangan dan Pendidikan Tinggi
PosIND Tingkatkan Kapasitas Logistik Berbasis Cloud
Dalam kerja sama terbaru, PosIND memanfaatkan berbagai layanan cloud-native Alibaba Cloud untuk memperkuat sistem logistik nasional. Rifo Aditya, Manager Operasi Sistem Kurir PT POS Indonesia (Persero) mengatakan bahwa perusahaan menggunakan layanan seperti Container Service for Kubernetes (ACK), pengolahan data berskala besar dan sistem keamanan cloud untuk menangani peningkatan volume pengiriman serta kompleksitas rantai pasok modern di Indonesia.

Implementasi tersebut diklaim mampu meningkatkan kapasitas pemrosesan transaksi puncak hingga tiga kali lipat. Selain itu, waktu respons aplikasi menjadi lebih cepat, kepuasan pelanggan meningkat, dan pemborosan sumber daya saat periode non-peak dapat ditekan sehingga operasional logistik menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Alibaba Cloud Jadi Leader Pasar MaaS Global dalam Laporan Omdia 2025
Alibaba Cloud juga mendukung BULOG dalam memperkuat distribusi bantuan pangan nasional melalui infrastruktur digital berbasis cloud yang aman dan skalabel. Solusi tersebut disebut mampu meningkatkan keandalan layanan, pemantauan operasional, serta perlindungan sistem untuk mendukung distribusi pangan di seluruh Indonesia.
Sementara itu, PT Agrinesia Raya memusatkan seluruh sistem teknologi informasinya ke Alibaba Cloud guna mengatasi keterbatasan infrastruktur dan pengembangan kapasitas sistem.
Perusahaan makanan yang mengelola delapan merek konsumen dan lima fasilitas produksi tersebut memanfaatkan layanan komputasi cloud, pengelolaan data, serta model AI Qwen dan platform AI Model Studio.
Baca Juga: MII Jalin Kemitraan dengan Alibaba Cloud, Perkuat Layanan Cloud di Indonesia
Kolaborasi ini membantu Agrinesia mengoptimalkan biaya infrastruktur, menjaga keamanan migrasi data tanpa kehilangan data, sekaligus membangun fondasi teknologi yang lebih siap mendukung pengembangan inovasi berbasis AI di masa depan.
Perluas Ekosistem Mitra dan Talenta AI Indonesia
Untuk memperkuat layanan digital di Indonesia, Alibaba Cloud menggandeng sejumlah perusahaan teknologi lokal seperti PT Mitra Integrasi Informatika, PT Metrodata Electronics Tbk, PT UNIVERSE SOLUSI DIGITAL, serta PT DEVOTEAM CLOUD SERVICES.
Kemitraan tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan di Indonesia mengoptimalkan operasional bisnis sekaligus mempercepat inovasi berbasis teknologi.

Di sisi pengembangan sumber daya manusia, Alibaba Cloud memperluas AI Talent Development Program. Selama setahun terakhir, perusahaan telah menggelar roadshow generative AI di sembilan kota, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Aceh, Padang, Bali, dan Papua.
Program tersebut melibatkan lebih dari 60 komunitas dan universitas lokal dengan total lebih dari 500 peserta. Alibaba Cloud juga mengeluarkan lebih dari 500 sertifikasi cloud untuk talenta teknologi lokal yang memenuhi kualifikasi.
Alibaba Cloud juga berencana menghadirkan berbagai model AI terbaru ke Indonesia, termasuk seri large language model (LLM) Qwen yang mendukung kemampuan multimodal seperti teks, gambar, audio, dan video.
Perusahaan juga memperkenalkan model generasi video Wan dan Happy Horse yang ditujukan untuk mendukung industri kreatif dalam memanfaatkan AI untuk produksi konten.
Selain model AI, Alibaba Cloud turut menghadirkan aplikasi berbasis AI seperti Qoder, QoderWork, dan MuleRun untuk mendukung kebutuhan bisnis lintas industri. Teknologi AI juga diintegrasikan ke dalam infrastruktur cloud melalui solusi seperti Database Autonomous Agent (DAS), AI Safety Guardrail, dan Security Center guna meningkatkan otomatisasi pengelolaan database serta deteksi ancaman siber.
Dalam aspek keamanan, Alibaba Cloud mengumumkan telah meraih peringkat keamanan siber tertinggi dari Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN. Perusahaan memperoleh level “Inovatif” atau Level 5 dalam Instrumen Penilaian Kematangan Keamanan Siber (IKAS), yang menunjukkan kepatuhan terhadap standar keamanan siber nasional Indonesia.